Warga Banjar Pangkung Apit Jembrana Resah, 10 Kali Rumah Dibobol Maling dalam Tiga Bulan

Gede Riantory Warmadewa • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 06:37 WIB
Warga Banjar Pangkung Apit, Desa Pergung, Kecamatan Mendoyo, Jembrana melaksanakan ronda malam untuk mengantisipasi pencurian. (ist)
Warga Banjar Pangkung Apit, Desa Pergung, Kecamatan Mendoyo, Jembrana melaksanakan ronda malam untuk mengantisipasi pencurian. (ist)

BALIEXPRESS.ID- Warga Banjar Pangkung Apit, Desa Pergung, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana,  dibuat resah oleh aksi pencurian yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir.

Sejak Juli hingga September 2026, sedikitnya tercatat 10 kejadian pencurian yang menyasar rumah-rumah warga dalam satu banjar.

Dari 10 kejadian tersebut, sebanyak tujuh rumah warga disebut menjadi sasaran. Bahkan, salah satu rumah dilaporkan telah disatroni pencuri hingga tiga kali.

Baca Juga: Momen Manis Ulang Tahun Ariel NOAH ke-45: Wulan Guritno Beri Pelukan dan Kecupan Pipi

Salah seorang korban, I Gusti Ngurah Putu Wira Darma, mengatakan rentetan pencurian tersebut terjadi sejak Juli 2026.

Menurut dia, aksi pencurian berlangsung berulang dalam kurun waktu sekitar tiga bulan dan membuat warga khawatir terhadap keamanan lingkungan.

“Kronologi awal kejadian (pencurian) dari bulan Juli 2026. Sejak kurun waktu Juli sampai September 2026 total yang kemalingan ada 10 kejadian di satu banjar ini,” ungkap Wira, Jumat (18/9/2026).

Baca Juga: Penembakan di Banga National High School Filipina: 3 Siswa Meninggal Dunia, 4 Kritis

Wira menyebut pelaku diduga cukup leluasa menjalankan aksinya, beberapa kejadian bahkan terjadi di titik yang sama dan berulang.

“Maling ini pintar sekali karena selalu lolos dari warga, karena ada satu titik itu lebih dari satu kali kejadian. Ini di satu banjar saya, Banjar Pangkung Apit, termasuk saya jadi korban juga,” sambungnya.

Baca Juga: Sekolah Negeri Boleh Tolak Program Makan Bergizi Gratis, BGN: Tidak Boleh Pilih-Pilih Siswa

Barang yang menjadi sasaran pencuri cukup beragam. Selain uang tunai dan perhiasan emas, pelaku juga disebut mengambil dokumen berharga milik korban, termasuk sertifikat tanah.

Wira sendiri menjadi korban pencurian pada 4 Agustus 2026. Saat itu, sejumlah barang berharga miliknya raib dari rumah.

Barang yang hilang di antaranya emas seberat 8 gram, uang tunai Rp1,9 juta, serta sertifikat tanah.

Tidak hanya barang bernilai ekonomi tinggi, barang-barang upakara milik warga juga disebut turut menjadi sasaran.

“Setelah saya, ada lagi tiga rumah yang mengalami pencurian, bulan Agustus sampai September. Yang terakhir di rumah tetangga saya Pak Gede Suamar, tanggal 13 September kemarin. Total kerugian sekitar Rp3 jutaan, uang dan emas,” tuturnya.

Rentetan kejadian tersebut membuat warga semakin meningkatkan kewaspadaan.

Warga kemudian berinisiatif melakukan ronda malam secara bergilir untuk menjaga keamanan lingkungan.

Hasilnya, selama kegiatan ronda berlangsung, aksi pencurian disebut sempat berhenti.

Namun, kegiatan tersebut hanya berlangsung sekitar dua minggu. Keterbatasan anggaran serta kesibukan warga membuat ronda malam akhirnya dihentikan.

Ironisnya, setelah ronda dihentikan, aksi pencurian kembali terjadi. “Setelah kejadian di rumah saya, warga langsung menggelar ronda malam. Hanya berjalan dua minggu, karena kesibukan dan anggaran dari desa tidak ada, ronda malam terhenti. Ronda selesai, eh malah ada pencurian lagi,” beber Wira.

Warga berharap aparat kepolisian segera mengungkap pelaku di balik rentetan pencurian tersebut.

Pengungkapan kasus dinilai penting agar warga dapat kembali menjalankan aktivitas dengan aman dan kondisi lingkungan kembali kondusif.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Mendoyo Kompol I Wayan Sartika membenarkan adanya serangkaian kasus pencurian di wilayah tersebut.

Sartika mengatakan tidak seluruh kejadian yang disampaikan warga masuk sebagai laporan resmi di kepolisian.

Hingga saat ini, pihaknya mencatat baru terdapat tiga laporan resmi terkait kasus tersebut.

“Ada tiga laporan yang resmi. Tidak semua melapor. Kasus ini kami masih terus dilakukan penyelidikan dan pendalaman,” ujar Sartika, singkat.

Polsek Mendoyo masih melakukan penyelidikan dan pendalaman terhadap rangkaian kasus tersebut.

Polisi juga perlu mengidentifikasi pola aksi pencurian, termasuk kemungkinan keterkaitan antara satu kejadian dengan kejadian lainnya.

Sementara itu, warga Banjar Pangkung Apit diminta tetap meningkatkan kewaspadaan, khususnya pada malam hari, sembari menunggu hasil penyelidikan kepolisian. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
Banjar Pangkung Apit pencurian jembrana