Niat Cek Sumber Suara, Sopir Truk Asal Lombok Tewas di Rest Area Jembrana

Gede Riantory Warmadewa • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 06:46 WIB
Evakuasi sopir truk yang meninggal dunia setelah terkena ledakan ban di Rest Area Pekutatan, Jembrana, Minggu (20/9). (ist)
Evakuasi sopir truk yang meninggal dunia setelah terkena ledakan ban di Rest Area Pekutatan, Jembrana, Minggu (20/9). (ist)  

BALIEXPRESS.ID – Nahas dialami Sudiman Nurdiman, 41. Sopir truk asal Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) tersebut meninggal dunia setelah terkena ledakan ban truk.

Peristiwa terjadi saat ia melakukan pemeriksaan di kawasan Rest Area Pekutatan, Jalan Denpasar-Gilimanuk, Banjar Pasar, Desa Pekutatan, Kecamatan Pekutatan, Jembrana, Minggu (20/9/2026) malam.

Kapolsek Pekutatan Kompol Benyamin Nikijuluw membenarkan peristiwa tersebut. Kecelakaan kerja itu terjadi sekitar pukul 19.10 Wita.

Baca Juga: Galodo Terjang Kantor Bupati Solok, Jalur Solok-Padang Putus

Korban diketahui merupakan sopir truk Hino Lohan bernopol L 8915 UB. Saat kejadian, korban tengah membawa muatan makanan ringan dari arah Gilimanuk menuju Denpasar bersama rekannya, Samsul Hadi.

Peristiwa bermula ketika truk melintas di kawasan Jembatan Pulukan. Korban bersama rekannya mendengar suara berulang dari bagian roda depan sebelah kanan kendaraan.

Korban yang curiga kemudian menghentikan truk di area parkir Rest Area Pekutatan untuk memeriksa sumber suara tersebut.

Baca Juga: Gugatan Syarat Pendidikan Gibran di MK, Pemohon Minta Pelantikan Wapres Dibatalkan

Samsul terlebih dahulu melakukan pemeriksaan pada bagian bawah kabin, termasuk area sekitar ban depan dan casis. Pemeriksaan awal tersebut tidak menemukan adanya kerusakan.

Setelah itu, Sudiman ikut melakukan pemeriksaan. Korban masuk ke bagian bawah kabin, tepatnya di sekitar ban depan dan casis.

Baca Juga: Bupati Kembang Turun Cabut Rumput di SMPN 5 Melaya, Minta Siswa Aktif Jaga Kebersihan

Saat itulah tiba-tiba ban truk meledak dengan suara keras. “Setelah itu, korban ikut melakukan pemeriksaan dengan cara masuk ke bagian bawah kabin dekat ban depan dan casis. Saat itulah tiba-tiba ban truk meledak dengan suara keras,” ungkap Kompol Benyamin saat dikonfirmasi, Senin (21/9/2026).

Ledakan ban tersebut membuat korban terkena bagian ban dan terbentur casis kendaraan.

Sudiman ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri dengan sejumlah luka hingga mengeluarkan darah.

Melihat kondisi korban, Samsul kemudian meminta bantuan kepada tukang press ban yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.

Mereka berupaya mencari ambulans untuk membawa korban mendapatkan pertolongan medis.

Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak Polsek Pekutatan. Petugas kepolisian yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian.

Polisi juga menghubungi petugas medis dari Puskesmas I Pekutatan serta tim Inafis Satreskrim Polres Jembrana untuk melakukan penanganan dan pemeriksaan di lokasi.

Berdasarkan pemeriksaan awal, korban dinyatakan meninggal dunia akibat terkena ledakan ban truk ketika melakukan pengecekan pada bagian bawah kabin di sekitar ban depan dan casis.

“Untuk sementara korban meninggal dunia akibat terkena ledakan ban truk saat melakukan pengecekan di bagian bawah kabin dekat ban depan dan casis,” pungkasnya. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
sopir truk tewas kecelakaan kerja jembrana