BALIEXPRESS.ID – Kabar duka datang dari keluarga Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Jembrana.
I Made Pariana, seorang PMI asal Lingkungan Bilukpoh Kangin, Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo, dilaporkan meninggal dunia di Taiwan.
Pariana diketahui baru sekitar empat bulan bekerja di Taiwan, tepatnya di sektor pertanian.
Baca Juga: Rekonstruksi Pengeroyokan Terduga Maling hingga Tewas di Juwuk Legi, Tersangka Peragakan 18 Adegan
Kepergiannya mengejutkan keluarga lantaran korban masih sempat berkomunikasi dengan istrinya melalui panggilan video pada Jumat (18/9/2026) malam.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, panggilan video tersebut berlangsung sekitar pukul 22.00 Wita. Saat itu, korban masih terlihat dalam kondisi sehat.
Namun, sehari kemudian, Sabtu (19/9/2026), kabar duka diterima pihak kelurahan dan aparat desa. Pariana dilaporkan meninggal dunia di wilayah Taichung, Taiwan.
Baca Juga: Niat Cek Sumber Suara, Sopir Truk Asal Lombok Tewas di Rest Area Jembrana
Mendapat informasi tersebut, Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerperin) Jembrana langsung melakukan penelusuran untuk memastikan identitas serta kondisi PMI tersebut.
Kabid Penempatan, Pelatihan Produktivitas, dan Transmigrasi (P3T) Disnakerperin Jembrana, I Putu Agus Arimbawa, membenarkan adanya laporan PMI asal Jembrana yang meninggal dunia di Taiwan.
Baca Juga: Galodo Terjang Kantor Bupati Solok, Jalur Solok-Padang Putus
“Benar, kami menerima laporan adanya PMI yang meninggal di Taiwan. Sebelum menuju rumah korban, kami beserta aparat desa adat melakukan koordinasi di Polsek Mendoyo,” ujar Arimbawa.
Menurutnya, kabar tersebut sangat mengejutkan keluarga korban, khususnya sang istri. Pasalnya, beberapa jam sebelum kabar kematian diterima, korban masih berkomunikasi melalui panggilan video dengan istrinya.
“Istri korban yang menerima informasi tersebut sangat terpukul dan belum bisa kita mintai keterangan lebih lanjut. Jadi untuk data keperluan nanti akan kita update lagi,” jelasnya.
Berdasarkan informasi sementara, Pariana meninggal dunia di wilayah Taichung. Setelah proses penanganan awal, jenazah korban saat ini telah dititipkan di funeral home di Taichung.
Sementara itu, pihak Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei, khususnya Atase Ketenagakerjaan, tengah melakukan koordinasi dengan otoritas terkait di Taiwan.
Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan proses administrasi dan penanganan jenazah hingga nantinya dapat dipulangkan ke Indonesia.
“Kami masih menunggu informasi lanjutan terkait proses pemulangan jenazah. Nanti perkembangannya akan kita sampaikan,” pungkas Arimbawa.
Hingga kini, Disnakerperin Jembrana masih menunggu informasi resmi lebih lanjut mengenai penyebab meninggalnya korban serta tahapan pemulangan jenazah ke Jembrana.
Pihak keluarga juga masih dalam kondisi berduka sehingga informasi mengenai kronologi lengkap kematian korban belum dapat digali lebih jauh. (*)
Editor : I Made Mertawan