Biaya Operasi Tak Ditanggung BPJS, Keluarga Korban Dibakar Bos di Karangasem Butuh Bantuan

I Wayan Adi Prabawa • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 07:36 WIB
Situasi rumah korban di Banjar Dinas Susut, Desa Muncan, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem masih dipasangi police line, Senin (21/9/2026). (Adi Prabawa/Bali Express)
Situasi rumah korban di Banjar Dinas Susut, Desa Muncan, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem masih dipasangi police line, Senin (21/9/2026). (Adi Prabawa/Bali Express)  

BALIEXPRESS.ID - Perjuangan I Gede Selamet yang menjadi korban pembakaran oleh bosnya sendiri, belum berakhir.

Setelah mengalami luka bakar sekitar 40 persen dan menjalani perawatan di RS Prof Ngoerah Denpasar, warga Banjar Dinas Susut, Desa Muncan, Kecamatan Selat, Karangasem, itu kini membutuhkan biaya besar untuk menjalani operasi lanjutan.

Perbekel Muncan I Wayan Tunas ditemui Senin (21/9/2026) mengungkapkan, biaya operasi yang harus dijalani Selamet tidak ditanggung BPJS.

Baca Juga: PMI Jembrana Meninggal di Taiwan, Baru Empat Bulan Bekerja di Sektor Pertanian

Setiap tindakan operasi diperkirakan membutuhkan biaya sekitar Rp20 juta, sementara korban disebut masih harus menjalani empat hingga lima kali operasi.

Dengan demikian, kebutuhan untuk operasi saja diperkirakan mencapai sekitar Rp80 juta hingga Rp100 juta.

Kondisi tersebut menjadi beban berat bagi keluarga Selamet yang tergolong kurang mampu.

Baca Juga: Rekonstruksi Pengeroyokan Terduga Maling hingga Tewas di Juwuk Legi, Tersangka Peragakan 18 Adegan

“Orang tuanya bekerja sebagai buruh dan kondisi ekonominya memang kurang mampu. Saya juga dihubungi keluarganya terkait rencana operasi karena disebut tidak bisa ditanggung BPJS, sehingga mereka meminta bantuan untuk dicarikan solusi,” ujarnya.

Tunas mengatakan warga banjar bersama rekan-rekan Selamet telah berinisiatif menggalang dana, namun hingga saat ini uang yang terkumpul baru sekitar Rp13 juta sehingga masih jauh dari kebutuhan biaya operasi korban.

Baca Juga: Niat Cek Sumber Suara, Sopir Truk Asal Lombok Tewas di Rest Area Jembrana

“Kemarin warga banjar dan rekan-rekannya sudah mulai mengumpulkan donasi. Baru terkumpul sekitar Rp13 jutaan. Semoga ada pihak lain yang ikut membantu,” harapnya.

Selamet merupakan anak pertama dari pasangan I Nengah Ngenteg dan Ni Nyoman Sumariati.

Selain kedua orang tuanya yang bekerja sebagai buruh, adiknya yang kini berusia 15 tahun juga tidak lagi bersekolah dan sesekali bekerja sebagai buruh cuci mobil.

"Setelah di cek, ternyata dia sudah tidak menerima Program Keluarga Harapan (PKH) karena tidak ada tanggungan," tandasnya.

Untuk diketahui, I Gede Selamet, 20 mengalami luka bakar setelah diduga dibakar oleh bosnya berinisial IPCP. 

Aksi ini dipicu karena setoran korban tidak memenuhi target yang ditentukan. Target yang diberikan jauh dari kata cukup sehingga membuat bosnya geram dan melakukan aksi tersebut. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
dibakar bos bpjs karangasem