Jenazah PMI Asal Jembrana Tiba dari Guyana, Isak Tangis Pecah di Rumah Duka

Gede Riantory Warmadewa • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 08:11 WIB
Jenazah I Komang Tedy Arsa Biantara Putra saat tiba di rumah duka di Desa Perancak, Kecamatan Jembrana, Senin (21/9/2026). (I Gde Riantory Warmadewa/Bali Express)
Jenazah I Komang Tedy Arsa Biantara Putra saat tiba di rumah duka di Desa Perancak, Kecamatan Jembrana, Senin (21/9/2026). (I Gde Riantory Warmadewa/Bali Express)

BALIEXPRESS.ID – Isak tangis pecah saat jenazah I Komang Tedy Arsa Biantara Putra, 24, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Perancak, Kecamatan Jembrana, tiba di rumah duka, Senin (21/9/2026).

Jenazah tiba sekitar pukul 11.12 Wita. Kedatangan almarhum disambut keluarga, sanak saudara, hingga sejumlah teman korban.

Suasana duka menyelimuti rumah keluarga saat jenazah akhirnya kembali ke kampung halaman setelah menjalani proses pemulangan dari Guyana, Amerika Selatan.

Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Jembrana I Komang Gunawan mengatakan, proses pemulangan jenazah Komang Tedy berjalan lancar hingga tiba di rumah duka.

“Astungkara, proses pemulangan (Komang Tedy) sudah lancar dan tiba di rumah duka,” ungkap Gunawan saat ditemui di lokasi.

Gunawan menjelaskan, jenazah sebelumnya tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, sekitar pukul 07.30 Wita.

Setelah itu, pihak Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Bali melakukan proses serah terima jenazah.

Selanjutnya, jenazah dibawa menuju rumah duka bersama perwakilan keluarga. “Sekitar pukul 11 siang lebih kami tiba dan langsung disemayamkan di rumah duka,” jelasnya.

Proses pemulangan jenazah tersebut sebelumnya telah dikoordinasikan oleh pihak agency bersama pihak terkait di negara tempat Komang Tedy bekerja.

Setelah melalui perjalanan panjang lintas negara, jenazah akhirnya dapat dipulangkan dan diterima keluarga di Jembrana.

Di tengah suasana duka tersebut, Gunawan kembali mengingatkan masyarakat yang hendak bekerja ke luar negeri agar menempuh jalur resmi dan mengikuti seluruh prosedur yang berlaku.

Menurutnya, keberangkatan secara prosedural menjadi salah satu langkah penting untuk memberikan perlindungan dan keamanan bagi PMI sekaligus mengantisipasi berbagai risiko selama bekerja di luar negeri.

“Kami harap masyarakat agar berangkat tetap secara prosedural untuk menjamin keamanan dan mengantisipasi hal yang tidak diinginkan terjadi,” harapnya.

Sementara itu, pihak keluarga telah menentukan waktu pelaksanaan prosesi pengabenan almarhum. Ritual tersebut dijadwalkan berlangsung pada Kamis (24/9/2026). “Pengabenan dilaksanakan tanggal 24 September,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, jenazah I Komang Tedy Arsa Biantara Putra harus menempuh perjalanan panjang lintas negara sebelum akhirnya dipulangkan ke tanah kelahirannya di Jembrana.

Komang Tedy merupakan putra bungsu pasangan I Wayan Biantara, 55, dan Ni Luh Manik, 51. Ia diketahui bekerja sebagai PMI di Guyana, Amerika Selatan.

Proses pemulangan jenazah mulai dilakukan dari Guyana pada Rabu (16/9/2026) waktu setempat.

Dari Bandara Georgetown, jenazah dijadwalkan diberangkatkan sekitar pukul 05.00 waktu setempat menuju Port of Spain dan tiba sekitar pukul 06.15 waktu setempat.

Setelah melalui rangkaian perjalanan dan proses pemulangan, jenazah akhirnya tiba di Bali dan kemudian dibawa ke rumah duka di Desa Perancak, Kecamatan Jembrana.

Kepulangan tersebut menjadi momen haru bagi keluarga yang akhirnya dapat menerima dan memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum di kampung halaman. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
I Komang Tedy Arsa Biantara Putra PMI Meninggal jembrana