BALIEXPRESS.ID - Kondisi Pasar Kuta II, Kecamatan Kuta dikeluhkan lantaran mengalami sejumlah kerusakan.
Salah satu titik yang mengalami kerusakan cukup parah adalah kamar mandi yang berada di sisi utara pasar tersebut.
Penataan pasar ini pun sangat diharapkan lantaran Pasar Kuta II merupakan salah satu penyumbang pendapatan terbesar pada Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana (MGS) Kabupaten Badung.
Baca Juga: Zurich Entrepreneurship Program Bekali 6.125 Pelajar Hadapi Era AI dan Ekonomi Digital
Berdasarkan informasi tersebut, koran ini pun melakukan pemantauan ke lokasi pasar tersebut, pada Selasa (22/9).
Dari hasil pemantauan tersebut, memang ditemukan kerusakan pada kamar mandi umum pasar yang berada di sisi utara.
Kerusakan tersebut meliputi adanya plafon yang jebol, pintu kamar mandi, kloset yang mampet, dan tembok kamar mandi yang telah berlumut.
Baca Juga: Jimly Asshiddiqie Minta MKD Proses Moreno Soeprapto, Video Call Sambil Julurkan Lidah Saat Rapat
Selain di titik tersebut ada juga kerusakan paving block di area parkir Pasar Kuta II, dan saluran pembuangan yang dibiarkan terbuka sehingga menimbulkan bau menyengat.
Kemudian ada juga bangunan yang kurang pencahayaan padahal banyak pedagang menempati kios maupun los di area tersebut.
Para pedagang pun terpaksa mengandalkan lampu yang dipasang rendah untuk menunjukkan produk yang dijual kepada pengunjung.
Baca Juga: Denny Indrayana Minta MK Diskualifikasi Gibran, Pelantikan Wapres Juga Diminta Dibatalkan
Salah seorang pegawai Pasar Kuta II mengatakan, kerusakan tersebut terjadi sejak lama dan belum mendapat perbaikan.
Padahal pihaknya telah beberapa kali mengusulkan perbaikan, namun hingga kini belum mendapat penanganan.
Kondisi ini pun sangat disayangkan, apalagi Pasar Kuta II memberikan kontribusi cukup besar terhadap pendapatan Perumda MGS.
Kontribusi dari pasar tersebut bahkan disebut mencapai miliaran rupiah.
Kondisi ini pun memunculkan pertanyaan mengenai perhatian pengelola terhadap pemeliharaan fasilitas pasar yang menjadi salah satu sumber pendapatan tersebut.
"Sudah lama kondisinya seperti ini. Beberapa kali diajukan untuk diperbaiki, tapi sampai sekarang belum ditangani," ujar pegawai yang namanya enggan disebutkan.
Sementara Direktur Utama Perumda MGS, Kompiang Gede Pasek Wedha mengaku, untuk penanganan kerusakan di Pasar Kuta II telah masuk dalam anggaran perubahan 2026.
Hal ini lantaran penataan yang akan dilakukan tidak hanya renovasi kerusakan yang dialami, namun perbaikan secara menyeluruh.
Penataan ini pun disebutkan memerlukan kajian dari tim teknis sebelum pengerjaan.
"Kalau untuk renovasi di Pasar Kuta II itu sudah masuk Rencana Anggaran Kerja (RAK). Itu sudah masuk di anggaran perubahan yang baru ini," jelasnya. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga