Tiga Toko di Tonja Ludes Terbakar, Kerugian Tembus Rp110 Juta, Diduga Korsleting Listrik

I Gede Paramasutha • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 07:53 WIB
Garis polisi terpasang di area ruko yang terbakar di Tonja.
Garis polisi terpasang di area ruko yang terbakar di Tonja.

 

BALIEXPRESS.ID– Tiga tempat usaha yakni toko sol sepatu, sadel motor serta toko canang di Jalan Padma Gang Indrablaka 2 Nomor 8, Kelurahan Tonja, Denpasar Utara, dilanda kebakaran pada Rabu (23/9) sekitar pukul 05.00 WITA. Total kerugian akibat insiden itu ditaksir mencapai Rp110 juta.

 

Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya menerangkan, kebakaran terjadi saat toko-toko tersebut dalam kondisi kosong. "Api diketahui warga sekitar yang melihat bangunan usaha tersebut sudah terbakar," ujarnya, Rabu (23/9).

 

Salah satu bangunan yang ikut terbakar merupakan ruko milik Made Gede Sandana, 50. Pemilik bangunan mengaku tidak mengetahui secara langsung ketika api mulai membakar rukonya. Informasi mengenai kebakaran itu baru diterimanya dari warga sekitar.

 

Sandana juga tidak mengetahui secara pasti penyebab kebakaran lantaran bangunan miliknya tersebut telah dikontrakkan kepada pihak lain. Akibat kejadian itu, bangunan miliknya ludes terbakar dan menimbulkan kerugian sekitar Rp25 juta.

 

Kebakaran juga menghanguskan Toko Sol Sepatu dan Sadel Motor milik Budi Wibowo, 44. Saat kejadian, Budi diketahui sedang berada di Jawa untuk pulang kampung.

 

Budi mengetahui tokonya terbakar setelah mendapat informasi dari pemilik tanah sekitar pukul 05.00 WITA. Saat kebakaran terjadi, toko dalam kondisi kosong sehingga Budi tidak mengetahui secara langsung bagaimana api pertama kali muncul.

 

“Kerugian yang dialami akibat kejadian sebesar Rp75 juta,” terang Iptu I Gede Adi Saputra Jaya berdasarkan keterangan korban. Selain itu, kobaran api turut menghanguskan Toko Canang milik Ni Ketut Ariani, 39. Saat kejadian, Ariani sedang berada di rumah kosnya di Jalan Nangka Permai, Kelurahan Tonja, Denpasar Utara, bersama keluarganya.

 

Sekitar pukul 05.00 WITA, Ariani mendapat kabar bahwa toko canang miliknya terbakar. Ia kemudian langsung menuju lokasi. Setibanya di tempat kejadian, toko yang berisi perlengkapan canang tersebut sudah habis terbakar.

 

Ariani mengaku tidak mengetahui penyebab kebakaran lantaran toko masih dalam keadaan kosong. Toko tersebut biasanya baru mulai beroperasi sekitar pukul 06.00 WITA. Akibat kebakaran, ia mengalami kerugian sekitar Rp10 juta.

 

Petugas pemadam kebakaran Kota Denpasar kemudian dikerahkan ke lokasi. Sebanyak dua unit mobil pemadam tiba di lokasi dan dalam waktu sekitar 30 menit berhasil menjinakkan kobaran api.

 

Dari hasil penanganan awal, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik. Kondisi toko yang kosong serta adanya sejumlah material yang mudah terbakar membuat api dengan cepat membesar dan menghanguskan bangunan beserta isinya.

 

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Total kerugian ditaksir mencapai Rp110 juta,” tandasnya. Polisi masih melakukan penanganan dan pemeriksaan terkait peristiwa kebakaran tersebut untuk memastikan penyebabnya. (ges)

Editor : Wiwin Meliana
denpasar kebakaran