BALIEXPRESS.ID – Sebuah office di rumah warga, Jalan Dalem Gede, Banjar Jempinis, Desa Pererenan, Kecamatan Mengwi, Badung, terbakar setelah diduga menjadi sasaran pelemparan benda menyerupai bom molotov, Senin (14/9) sekitar pukul 04.30 WITA. Polisi kini memburu dua orang yang terekam kamera pengawas datang menggunakan sepeda motor tersebut.
Kasi Humas Polres Badung Ipda Ni Nyoman Yuni Eltari menerangkan, peristiwa bermula ketika seorang saksi berinisial IPSY, 44, yang berada di rumahnya terbangun setelah mendengar suara gemuruh. “Saksi kemudian melihat dari jendela rumah adanya kobaran api di bagian depan office milik korban,” terang Yuni.
Sementara itu, korban berinisial IMDA, 41, yang saat kejadian sedang menonton televisi, mendengar suara dentuman sekitar pukul 04.48 WITA. Setelah mengecek ke bagian depan, korban mendapati office miliknya sudah dalam kondisi terbakar.
Korban kemudian memeriksa rekaman CCTV yang berada di sekitar lokasi. Dari rekaman tersebut, muncul dugaan kebakaran bukan terjadi secara spontan, melainkan dipicu aksi pelemparan benda yang menyerupai bom molotov.
“Saksi kemudian keluar rumah menuju lokasi dan memberitahukan kepada korban bahwa telah terjadi kebakaran di bagian depan office,” ujarnya. Peristiwa tersebut selanjutnya dilaporkan kepada kepala lingkungan dan kepolisian. Petugas Polsek Mengwi kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara.
Dari hasil identifikasi, polisi menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut. Di antaranya pecahan botol minuman beralkohol merek Draf, sumbu yang terbuat dari kain lap, serta tanah bekas tumpahan minyak yang diduga merupakan BBM jenis Pertalite.
“Ditemukan pecahan kaca botol minuman alkohol dengan merek Draf dan sumbu pada tutup botol,” jelas Yuni. Akibat kejadian tersebut, bagian office berukuran sekitar 2 x 2 meter mengalami kerusakan. Selain itu, tanaman hias, kaca depan office dan kamera CCTV turut terdampak. Namun, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.
Kerugian materiil sementara ditaksir sekitar Rp3 juta. Dalam penyelidikan awal, Unit Reskrim Polsek Mengwi menemukan empat titik CCTV di sekitar lokasi kejadian. Namun, hanya dua kamera yang masih berfungsi dan dapat diperiksa petugas.
Dari rekaman CCTV tersebut, polisi melihat dua orang yang diduga sebagai pelaku datang dari arah selatan. Keduanya disebut mengenakan jaket hitam, masker hitam, serta helm hitam.
Kedua orang tersebut kemudian diduga melemparkan benda yang menyerupai bom molotov ke arah office. Setelah itu, keduanya meninggalkan lokasi dan kembali bergerak ke arah selatan.
Petugas kemudian mengembangkan penelusuran dengan memeriksa kamera pengawas di jalur selatan dari lokasi kejadian. Salah satu CCTV milik sebuah kantor yang mengarah ke jalan juga merekam dua orang dengan ciri serupa.
“Dari hasil pengecekan tersebut terdapat dua orang menggunakan jaket berwarna hitam, memakai masker hitam dan helm warna hitam, diduga menggunakan sepeda motor Yamaha X-Max mengarah ke selatan dengan kecepatan tinggi dan tidak menggunakan pelat nomor polisi,” kata Yuni.
Polisi masih mendalami rekaman CCTV tersebut untuk memastikan identitas kedua orang yang terekam. Kondisi salah satu CCTV di lokasi yang terbakar ringan juga masih diperiksa untuk mengetahui apakah rekaman yang tersimpan dapat dipulihkan. (ges)
Editor : Wiwin Meliana