BIFW 2026 Libatkan 31 Desainer dari 15 Negara, Bali Didorong Jadi Hub Fashion Internasional

Rika Riyanti • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 09:26 WIB
FASHION: Bali International Fashion Week (BIFW) 2026 kembali digelar dengan membawa kekayaan budaya Indonesia
FASHION: Bali International Fashion Week (BIFW) 2026 kembali digelar dengan membawa kekayaan budaya Indonesia

 

 

BALIEXPRESS.ID – Bali International Fashion Week (BIFW) 2026 kembali digelar dengan membawa kekayaan budaya Indonesia ke panggung fashion internasional.

Mengusung tema “Where Culture Meets Couture”, ajang ini mempertemukan 31 desainer, lebih dari 100 model, serta peserta dari 15 negara.

BIFW 2026 berlangsung selama tiga hari, 24-26 September 2026, di Museum Pasifika, The Nusa Dua.

Negara yang berpartisipasi antara lain Indonesia, Malaysia, Vietnam, Filipina, India, Dubai, Yunani, Rusia, Kazakhstan, Armenia, Lituania, Italia, Meksiko, Australia, dan Prancis.

Kehadiran peserta lintas negara tersebut tidak hanya diarahkan sebagai peragaan busana, tetapi juga menjadi ruang pertemuan antara desainer, model, pelaku industri kreatif, komunitas, hingga generasi muda.

Baca Juga: TRAGIS! Diduga Terobos Lampu Merah, Kakek 75 Tahun T*was Tabrak Mobil Box di Denpasar

Creative Director BIFW 2026, Lenny Hartono, mengatakan Bali memiliki kekuatan budaya dan kreativitas yang dapat diperkenalkan kepada dunia melalui fashion.

“Bali selalu menginspirasi dunia melalui seni, kerajinan, budaya, dan semangatnya yang luar biasa. Melalui fashion, kita memiliki kesempatan untuk membagikan kekuatan-kekuatan itu dengan cara yang baru. Setiap koleksi yang Anda lihat mewakili visi seorang desainer dan dedikasi dari semua orang yang membantu mewujudkannya di atas runway. Sebagai creative director, harapan saya acara ini dapat menciptakan peluang yang berkelanjutan bagi Bali,” ujar Lenny.

Menurutnya, penyelenggaraan BIFW juga diharapkan membuka kesempatan lebih luas bagi desainer dan artisan lokal untuk berjejaring dengan komunitas fashion internasional.

“Saya berharap acara ini memberikan panggung yang lebih luas bagi desainer dan pengrajin lokal, membangun koneksi yang berarti dengan komunitas fashion internasional, dan menginspirasi para kreator muda untuk percaya bahwa karya mereka bisa melangkah jauh melampaui pulau kita. Saya percaya Bali bisa menjadi pusat fashion yang diakui di seluruh dunia, tempat di mana warisan kita menginspirasi ide-ide baru, tempat di mana talenta dari berbagai negara berkumpul, dan tempat di mana kreativitas membawa peluang positif bagi komunitas kita,” lanjutnya.

Lenny juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh desainer, model, artisan, mitra, serta tim yang terlibat dalam penyelenggaraan BIFW 2026.

Ia berharap BIFW 2026 menjadi awal bagi lahirnya berbagai kolaborasi baru di bidang fashion di Bali.

BIFW 2026 sendiri diinisiasi DPD RI Provinsi Bali, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna, sebagai bagian dari upaya memperkenalkan dan mengembangkan potensi budaya serta kreativitas Bali dan Indonesia melalui industri fashion.

Baca Juga: Bali Dominasi Michelin Keys 2026, 30 Hotel Masuk Daftar Bergengsi Dunia

Penyelenggaraan kegiatan kemudian dikembangkan dan diproduksi Lenny Hartono melalui Lenny Hartono Management.

Konsep yang dibawa menempatkan fashion sebagai bagian dari ekosistem industri kreatif sekaligus sarana mempertemukan talenta lokal dengan jejaring internasional.

Tema “Where Culture Meets Couture” menjadi bagian penting dari konsep tersebut. Wastra, motif, filosofi, seni, dan tradisi Indonesia menjadi sumber inspirasi yang dipadukan dengan pendekatan desain kontemporer.

Melalui fashion, unsur budaya tidak hanya ditempatkan sebagai warisan masa lalu, tetapi juga dikembangkan menjadi karya yang dapat diterima dalam perkembangan industri fashion global.

Baca Juga: Polres Buleleng Bongkar Judi Balap Sepeda, Taruhan Rp3,06 Juta, Dua Joki Diamankan

General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika, mengatakan penyelenggaraan BIFW 2026 sekaligus menunjukkan kapasitas The Nusa Dua sebagai destinasi yang dapat mengakomodasi berbagai pengalaman dan komunitas lifestyle dalam satu kawasan terintegrasi.

“Kehadiran Bali International Fashion Week menunjukkan bagaimana The Nusa Dua dapat menjadi ruang bagi beragam event dan aktivitas lifestyle yang mampu menarik komunitas, pelaku industri, maupun wisatawan dari berbagai pasar. Bagi kami, momentum ini tak hanya menghadirkan pilihan pengalaman yang kian beragam bagi pengunjung, tetapi juga membuka peluang interaksi dan kolaborasi antara komunitas, industri kreatif, pelaku pariwisata, dan pasar internasional,” terangnya.

Sementara itu, keterlibatan desainer lokal juga menjadi bagian dari BIFW 2026.

Salah satunya Dosen dan Senior Fashion Designer ISI Bali, Tjokorda Gde Abinanda Sukawati alias Cok Abi.

Cok Abi menyampaikan apresiasi atas kesempatan kembali terlibat dalam BIFW. Tahun ini menjadi kali kedua dirinya mengikuti ajang tersebut.

Menurut Cok Abi, salah satu hal yang membuat penyelenggaraan BIFW 2026 berbeda adalah adanya ruang bagi karya mahasiswa dari sejumlah sekolah desain di Bali untuk ditampilkan.

Baca Juga: Dua WNA Iran Penipu Pedagang Pasar Bajera Diserahkan ke Imigrasi, Tunggu Deportasi

“Jadi Bali International Fashion Week ini juga menjadi satu yang spesial karena juga mengundang hasil-hasil beberapa hasil karya dari mahasiswa dari beberapa sekolah desain yang ada di Bali. Jadi saya sangat appreciate juga sebagai pengajar bahwa mahasiswa-mahasiswa dan student kami diberikan wadah untuk menampilkan karya mereka,” ungkapnya.

Ia berharap penyelenggaraan BIFW 2026 dapat terus memberikan ruang bagi generasi muda dan talenta fashion di Bali untuk memperkenalkan karya mereka.

Selain menampilkan koleksi 31 desainer, keterlibatan lebih dari 100 model dari berbagai latar belakang turut menjadi bagian dari rangkaian fashion show.

Koleksi yang ditampilkan membawa karakter desain yang beragam, mulai dari eksplorasi budaya tradisional hingga interpretasi fashion kontemporer.

Baca Juga: Viral Warga Jimbaran Siaga Usai Dugaan Ancaman Penyerangan, Polisi Pastikan Tak Ada Keributan

Dengan peserta dari 15 negara, BIFW 2026 sekaligus menjadi ruang pertukaran ide dan perspektif antara pelaku fashion Indonesia dengan komunitas fashion internasional.

Pemilihan Bali sebagai lokasi kegiatan juga berkaitan dengan posisi Pulau Dewata sebagai destinasi pariwisata sekaligus pusat aktivitas seni dan budaya.

Melalui penyelenggaraan BIFW, Bali ditempatkan sebagai ruang pertemuan bagi industri kreatif, fashion, budaya, dan pariwisata.

Ajang tersebut diharapkan memperluas jejaring pelaku fashion lokal, sekaligus memberikan kesempatan bagi peserta dan tamu internasional untuk mengenal lebih jauh kekayaan budaya Indonesia melalui karya-karya fashion yang ditampilkan selama penyelenggaraan BIFW 2026.(***)

Editor : Rika Riyanti
Bali International Fashion Week Lenny Hartono fashion nusa dua itdc