BALIEXPRESS.ID - Dinas PUPR Badung kini memulai melakukan pelebaran jalan di Simpang Siligita, Kelurahan Benoa, Kuta Selatan.
Pelebaran ini dilakukan lantaran di kawasan tersebut sering terjadi kemacetan terutama pada sore hari.
Proyek tersebut pun akan berlangsung hingga Desember 2026 dengan anggaran yang digunakan sebesar Rp 2,4 miliar lebih.
Baca Juga: Kuasa Hukum Puri Kaleran Kangin Minta Seluruh Dokumen Kepemilikan Diuji di Sidang Perkara Darmawan
Kabid Bina Marga Dinas PUPR Badung, I Putu Teddy Widnyana Putra mengatakan, penataan atau pelebaran yang dilakukan ini merupakan upaya untuk mengatasi kemacetan di kawasan tersebut.
Bahkan diakui kondisi jalan di Simpang Siligita setiap hari mengalami macet pada sore hari.
Untuk itu, atas instruksi Bupati Badung dirinya pun langsung melakukan pelebaran jalan untuk kendaraan lebih mudah menuju Jalan Dharmawangsa.
Baca Juga: Luka Bakar Capai 68 Persen, Sopir Truk yang Dibakar Bos Masih Kritis, Bisa Jalani 10-12 Operasi
“Sesuai dengan instruksi Bupati juga dan kami berkoordinasi dengan PDAM, artinya kondisi tersebut nah kita ingin membuat lagi satu satu jalur untuk belok kiri jalan terus,” ujar Teddy saat dikonfirmasi Kamis (24/9).
Pihaknya menyebutkan, lahan yang digunakan untuk pelebaran jalan tersebut sempat dikelola oleh Perumda Air Minum Tirta Mangutama atau lebih dikenal dengan PDAM Badung.
Di lahan tersebut ada bangunan reservoar yang menampung air sebelum dialirkan kepada masyarakat.
Baca Juga: Luka Bakar 68 Persen, Biaya Perawatan Selamet Tembus Rp63 Juta, Keluarga Kesulitan
“Tetapi tidak mengganggu daripada existing di bawah tersebut ya, itu ada pipa dan sebagainya. Tidak mengganggu itu. Kita kan juga harus memperhatikan itu juga biar tidak mengganggu pipa, pipa induk, dan pipa yang lainnya,” ungkapnya.
Teddy menerangkan, untuk pelebaran jalan tersebut lahan yang akan digunakan yakni sepanjang 400 meter dan lebar sekitar 3,5 meter.
Pembangunan jalan ini ditargetkan akan rampung pada Desember 2026.
Dalam pengerjaannya akan dilakukan, perataan lahan agar sesuai dengan elevasi jalan yang sudah ada, yang kemudian dilanjutkan dengan pengaspalan.
“Ada di bulan awal bulan September kalau tidak salah (mulai pengerjaan). Yang jelas sudah dilaksanakan,” paparnya.
Dalam informasi yang tercantum dalam papan proyek, tercantum pengerjaan yang dilakukan di kawasan tersebut adalah belanja modal jalan kabupaten, penataan Simpang Siligita (PDAM) dengan tanggal kontrak 26 Agustus 2026.
Pelebaran jalan ini pun dianggarkan Rp 2,4 miliar lebih dengan waktu pelaksanaan 120 hari kalender. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga