Prajurit TNI Diperiksa Denpom Usai Terjaring Penggerebekan THM Lacovida Loca di Denpasar

I Gede Paramasutha • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 17:34 WIB
Tempat hiburan malam (THM) Lacovida Loca di Jalan Teuku Umar, Dauh Puri Klod, Denpasar Barat, terpantau dipasangi garis polisi. (Bali Express/Istimewa)
Tempat hiburan malam (THM) Lacovida Loca di Jalan Teuku Umar, Dauh Puri Klod, Denpasar Barat, terpantau dipasangi garis polisi. (Bali Express/Istimewa)

BALIEXPRESS.ID – Seorang personel Kodam IX/Udayana ikut terjaring dalam operasi yang dilakukan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri di salah satu tempat hiburan malam (THM) Lacovida Loca di Jalan Teuku Umar, Dauh Puri Klod, Denpasar Barat, Sabtu (19/9/2026). Prajurit TNI tersebut kemudian dibawa ke Denpom IX/3 Denpasar untuk menjalani pemeriksaan.

Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution membenarkan adanya anggota TNI yang diamankan dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, keberadaan prajurit di lokasi diketahui setelah pihaknya menerima informasi terkait operasi yang akan dilakukan Bareskrim Polri.

Sebelum penertiban berlangsung, Tim Bareskrim Mabes Polri disebut telah berkoordinasi dengan Denpom IX/3 Denpasar untuk mengantisipasi apabila terdapat personel TNI di tempat hiburan tersebut.

Baca Juga: Dua Kelompok WNA Terlibat Keributan di Jalan Pantai Berawa, Polisi Selidiki

Koordinasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan keterlibatan personel Denpom IX/3 Denpasar bersama tim dari Bareskrim Mabes Polri dalam kegiatan penertiban. Dalam operasi tersebut, seorang pengunjung diketahui merupakan anggota TNI dan selanjutnya diamankan oleh Tim Denpom untuk menjalani pemeriksaan.

“Saat ini yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan di Denpom IX/3 Denpasar. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan untuk mengetahui secara utuh kronologi dan fakta yang terjadi,” ujar Amrizal.

Dia menegaskan, proses pemeriksaan masih berlangsung sehingga pihaknya belum dapat menyampaikan secara rinci mengenai dugaan pelanggaran yang dilakukan prajurit tersebut. Kodam IX/Udayana juga disebut tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

Baca Juga: Universitas Brawijaya Kunjungi BRI BO Denpasar Gajah Mada, Perkuat Sharing Dunia Perbankan dan Unive

Amrizal menambahkan, institusinya berkomitmen menjunjung supremasi hukum dan tidak memberikan toleransi terhadap prajurit yang terbukti melakukan pelanggaran.

“Apabila dari hasil pemeriksaan nantinya terbukti adanya pelanggaran hukum maupun ketentuan disiplin dan kode etik prajurit, tentunya akan ditindak tegas sesuai dengan ketentuan dan mekanisme hukum yang berlaku. Namun demikian, kami tetap menghormati proses pemeriksaan yang sedang berjalan dan tidak mendahului hasilnya,” tegasnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Ariasandy saat dikonfirmasi secara terpisah membenarkan adanya kegiatan penggerebekan yang dilakukan Mabes Polri di tempat hiburan tersebut.

“Penggerebekan Mabes Polri itu,” kata Ariasandy. Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari Mabes Polri mengenai jumlah orang yang diamankan maupun barang bukti yang ditemukan dalam kegiatan tersebut.

Tempat hiburan yang menjadi lokasi operasi juga masih dalam kondisi tertutup. Berdasarkan pantauan pada Rabu (23/9), pintu masuk lokasi tampak telah dipasangi garis polisi.

Sementara akses menuju area parkir ditutup menggunakan rantai besi. Tidak terlihat adanya aktivitas maupun petugas yang berjaga di sekitar lokasi. (*)

Editor : I Gede Paramasutha
thm gerebek tni denpasar