BALIEXPRESS.ID - Guna meningkatkan kualitas kasawan The Nusa Dua, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, sejumlah penataan pun dilakukan dalam program rejuvinasi.
Dalam pelaksanaannya, hingga awal September 2026 tercatat progres peremajaan fisik telah mencapai 58,8 persen.
Program ini menjadi bagian dari upaya ITDC menjaga kualitas dan daya saing The Nusa Dua sebagai kawasan pariwisata terintegrasi.
Baca Juga: Buka Jong Festival, Bupati Badung Komit Dorong UMKM dan Lestarikan Sejarah Desa Kapal
General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika mengatakan, rejuvenasi kawasan menjadi upaya ITDC memastikan aset dan lingkungan destinasi The Nusa Dua terus berkembang mengikuti kebutuhan wisatawan dan juga dinamika industri pariwisata.
Rejuvenasi pun bukan semata-mata mengenai pembangunan dan pembaruan infrastruktur.
“Kami melihat (Rejuvinasi) ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kawasan secara menyeluruh, sehingga aset dan fasilitas yang ada dapat semakin optimal mendukung aktivitas wisata, tenant, pelaku usaha, event, maupun kebutuhan seluruh stakeholder,” ujar Agus Dwiatmika, Sabtu (26/9).
Baca Juga: Jadi Ajang Promosi Pariwisata, Rider dari 25 Negara Jelajahi Bali Lewat BMW Motorrad Days 2026
Pihaknya menyebutkan, peningkatan kualitas kawasan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar The Nusa Dua tetap memiliki daya tarik sekaligus daya saing di tengah perkembangan industri pariwisata global.
“Progres 58,8 persen menjadi capaian penting, tapi bagi kami yang lebih utama adalah bagaimana setiap pekerjaan yang dilakukan dapat meningkatkan fungsi kawasan dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi wisatawan serta memberikan nilai tambah bagi seluruh stakeholder,” ungkapnya.
Sejumlah pekerjaan dalam program rejuvenasi saat ini terus berjalan, mencakup peningkatan dan pembaruan jalan kawasan, penataan akses dari Gate AC hingga Peninsula, pembangunan Groin 01 dan Groin 02, penataan akses Waterblow dan Peninsula, instalasi limbah dan resapan, serta jalan akses menuju Pulau Nusa Dharma.
Baca Juga: PSI Disebut Mulai Ditakuti, Jokowi: Ini Partai baru, tapi Juga Hati-Hati
Pada periode Minggu ke-36, beberapa pekerjaan juga telah terlaksana, di antaranya Groin-2 dan Toilet Beach Facility.
ITDC bersama kontraktor pelaksana terus melakukan pengendalian pekerjaan untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai target dengan tetap memperhatikan kualitas pelaksanaan.
Salah satu area yang menjadi bagian penting dalam transformasi The Nusa Dua adalah Peninsula Island.
Area ini terus ditata sebagai salah satu focal point kawasan dengan mengoptimalkan fungsi ruang terbuka untuk mendukung aktivitas wisata, rekreasi, komunitas, dan berbagai event.
Penataan Peninsula Island menjadi bagian dari pendekatan ITDC dalam mengembangkan kawasan yang tidak hanya memiliki infrastruktur yang baik, tetapi juga mampu menghadirkan aktivitas dan pengalaman yang membuat destinasi semakin hidup.
“Peninsula Island kami kembangkan tidak hanya sebagai ruang publik, tapi sebagai bagian dari pengalaman destinasi. Peningkatan infrastrukturnya akan kami hadirkan sejalan dengan berbagai aktivasi kawasan agar Peninsula Island semakin hidup, memiliki karakter, dan memberi nilai tambah bagi The Nusa Dua,” paparnya.
Sementara Direktur Operasi ITDC, Troy Reza Warokka menyatakan, proses rejuvenasi di kawasan The Nusa dua memerlukan waktu sekitar 3-4 tahun sampai tuntas.
Namun ketika seluruhnya telah terselesaikan akan terlihat perbedaan dari kondisi saat ini dengan setelah peremajaan.
“Kalau ini semua selesai, tadi misalnya dibilang ekosistem segala macam, ya ini akan kelihatan nanti akhirnya begitu selesai semua itu akan menjadi jauh lebih bagus daripada sekarang,” ujar Troy.
Dirinya pun menerangkan, ada beberapa peremajaan yang kini sedang dilakukan, sperti pengaspalan, lampu jalan, toilet di dekat destinasi, dan lainnya.
Untuk pengaspalan sediri saat ini telah dilakukan satu lapis, yang kemudian akan dilanjutkan untuk lapisan selanjutnya.
“tadi saya habis cek juga restroom di pantai, beda sekali sama yang dulu. Sekarang kalau saya lihat tadi, keren lah ya, maksudnya lebih rapi, lebih bagus, tertata sekali gitu ya. Jadi, memang ini perubahannya ini butuh waktu, tidak bisa berburu,” paparnya. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga