BALIEXPRESS.ID - Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana (MGS) Kabupaten Badung kini berencana melakukan penataan dan perbaikan seluruh pasar yang mengalami kerusakan.
Bahkan untuk dalam pembenahan yang akan dilakukan sedang mempersiapkan masterplan.
Dalam rancangan perbaikan, rencananya akan dilanukan secara bertahap dari 2027-2030.
Baca Juga: Tingkatkan Karakter Disiplin, SMPN 7 Mengwi Gelar LKBB
Direktur Utama Perumda MGS, Kompyang Gede Pasek Wedha mengatakan, penyusunan masterplan tersebut menjadi bagian dari rencana bisnis dari perusahaan.
Hal ini pun akan menjadi basic design yang merinci arah penataan masing-masing pasar.
"Dari renbis (rencana bisnis) itu, tertuang kita buat kajian masterplan terhadap pasar-pasar ini. Dari masterplan itu nanti keluar basic design-nya," ujar Pasek Wedha, Senin (28/9).
Baca Juga: Jokowi Masuk PSI dan Klaim Mulai Ditakuti, Gerindra: Tak Ganggu Pemerintahan Prabowo
Pihaknya menyebutkan, masterplan akan mencakup 9 pasar yang berada di bawah pengelolaan Perumda termasuk pasar hewan.
Melalui kajian tersebut akan ditentukan pasar mana yang membutuhkan penanganan lebih dahulu, bentuk penataan, konsep pengembangan, hingga perkiraan kebutuhan anggaran.
"Dalam masterplan pasti muncul skala prioritasnya. Mana-mana saja, termasuk mungkin perkiraan anggaran biaya, terus konsepnya akan jadi pasar apa, ada di dalam sana nanti," ungkapnya.
Baca Juga: Prabowo Bahas Karhutla di Istana, Gambut Dijaga agar Tak Kering dan Mudah Terbakar
Pasek Wedha menerangkan, pekerjaan fisik direncanakan dilakukan secara bertahap dari tahun 2027-2030.
Untuk itu, penyusunan kajian diupayakan rampung sebelum memasuki 2027, sehingga hasilnya dapat langsung diterjemahkan dalam program penataan fisik.
Perumda MGS saat ini masih menunggu hasil uji petik terhadap kondisi pasar-pasar yang dikelola.
Hasil ini nantinya akan menjadi salah satu bahan untuk menentukan pasar yang perlu mendapat penanganan lebih awal.
“Yang pertama kan penanganan pasti akibat dari target yang tidak tercapai misalnya, atau mungkin kebocoran. Itu nanti persentasenya berapa persen, itu menjadi skala prioritas dalam penanganan pasarnya," paparnya.
Pasek Wedha menambahkan, penataan yang dilakukan tidak hanya menyasar kondisi fisik pasar.
Rencananya akan memperkuat sistem pengelolaan dari hulu hingga hilir agar jaringan bisnis dan tata kelolanya berjalan lebih terintegrasi.
“Kita masih merangkai membuat backbone-nya, artinya jaringan itu benar-benar kuat dulu. Alurnya dari hulu ke hilir. Kalau sudah settle, tinggal jalan," imbuhnya. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga