Rencana Pelabuhan Water Taxi, Pura Dalem Perancak Tidak Dipindah

Putu Resa Kertawedangga • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 15:10 WIB
Pura Segara di Pantai Perancak, Desa Tibubeneng, Kuta Utara yang kemungkinan terdampak rencana pembangunan dermaga water taxi. (Resa Kertawedangga/Bali Express)
Pura Segara di Pantai Perancak, Desa Tibubeneng, Kuta Utara yang kemungkinan terdampak rencana pembangunan dermaga water taxi. (Resa Kertawedangga/Bali Express)

BALIEXPRESS.ID - Dalam rancangan pembangunan dermaga water taxi di Pantai Perancak, Desa Tibubeneng, Kuta Utara dipastikan tidak akan memindahkan Pura Dalem Perancak.

Hanya saja dalam pembangunan ini ada kemungkinan dua pura lainnya yang akan terdampak, yakni Pura Segara dan Pelinggih Tugu Barak.

Keduanya merupakan pura yang dibangun oleh dua kelompok nelayan di wilayah tersebut.

Baca Juga: Sosialisasi Rencana Pembangunan Dermaga Water Taxi, Pemerintah Tunggu 14 Kajian

Perbekel Tibubeneng, I Made Kamajaya mengatakan, belakangan ini beredar luas di media sosial adanya isu Pura Dalem Perancak akan digusur, digeser atau direlokasi.

Namun ia memastikan keberadaan pura tersebut masih aman, lantaran berada cukup jauh dari lokasi rencana pembangunan dermaga. 

“Nah sesungguhnya Pura Dalem Perancak itu masih sangat jauh radiusnya dengan rencana pembangunan pelabuhan ini, jadi bukan itu. Tapi memang ada Pura Segara Perancak, itu pura tempat para nelayan sesungguhnya, yang saat ini satu pelinggih nah yang ada di pantai di dekatnya tempat jukung itu,” ujar Kamajaya, yang ditemui usai sosialisasi rencana pembangunan dermaga water taxi di Kantor Desa Tibubeneng, Jumat (2/10).

Baca Juga: Saksi BPN Akui Permohonan Tanah Ditunda Bukan Ditolak, PH Darmawan: Jadi Di Mana Pemalsuannya?

Selain Pura Segara, pihaknya menyebutkan, berdasarkan rancangan Detail Engineering Design (DED) ada Pelinggih Tugu Barak yang juga kemungkinan terdampak.

Pelinggih tersebut pun dalam perencanaannya akan dipindahkan tempatnya.

Namun hal ini belum dapat dipastikan, lantaran masih ada beberapa kajian yang perlu dilakukan.

Baca Juga: Sira Village Hadirkan Flight Information Display System (FIDS), Dukung Seamless Travel Experience

“Jadi pada prinsipnya ini kan langkah awal cuman sudah punya semangat yang sama bagaimana fasilitas yang akan dibangun, yang akan mencari solusi dari permasalahan pariwisata ini, semangatnya semua peserta tadi itu kan mendukung,” ungkapnya.

Kamajaya berharap, sebelum dilakukan pembangunan kajian yang diperlukan dapat diselesaikan.

Selain itu ada ruang untuk para nelayan selaku pengempon pura diajak untuk membahas rencana pemindahan pura.

“Itu kan hanya pura swagina. Jadi para nelayan yang punya itu. Mudah-mudahan setelah ini kan diadakan lagi pendalaman. Harapan kami Pak ketua nelayan juga hadir untuk bisa menyampaikan atau minta pendapat atau solusi dari pengempon yang lain,” paparnya.

Sementara, salah satu nelayan, Wayan Sena menyatakan, dirinya telah mengetahui adanya rencana pembangunan dermaga water taxi yang kemungkinan memindahkan Pura Segara.

Namun kepastian dimana lokasi pura dipindahkan dirinya mengaku belum mengetahui pasti. Begitu juga setuju atau tidaknya pura tersebut dipindah juga belum dapat dipastikan.

“Dimana akan mendapatkan tempat saya belum tahu. Dari nelayan juga belum menyatakan setuju atau tidak,” ucap Sena, saat ditemui di area pantai.

Namun dibalik rencana pembangunan tersebut, dirinya sejatinya mendukung langkah pemerintah.

Hanya saja ia berharap setelah adanya pembangunan dermaga, para nelayan masih dapat melaut. Terlebih hal ini adalah satu-satunya mata pencaharian yang dikerjakan sejak lama.

“Ini proyek pemerintah mau gimana lagi, kalau pasti ada dermaga. Kalau memang ada dermaga saya berharap tetap dapat melaut dan menempatkan jukung,” pungkasnya. (*)

Editor : Putu Resa Kertawedangga
perancak nelayan water taxi Pura Dalem segara