BALIEXPRESS.ID - Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gianyar, Sudirman, terus mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Salah satu langkah yang dilakukan adalah memberikan edukasi kepada para penyuluh lintas agama Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gianyar dalam kegiatan Fokus Group Discusion Gerakan Deteksi Dini Penyalahgunaan Narkotika Berbasis Rumah Ibadah (Raden Hana Berubah) yang berlangsung di Aula Kemenag Gianyar, Jumat (2/10).
Dalam kesempatan tersebut, Sudirman menegaskan bahwa penyuluh agama memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. "Melalui pendekatan keagamaan, para penyuluh dinilai mampu menjadi ujung tombak dalam membangun kesadaran masyarakat akan bahaya narkoba sekaligus memperkuat ketahanan moral dan spiritual generasi muda," jelasnya.
Menurut Sudirman, ancaman narkotika tidak hanya menyasar kelompok tertentu, tetapi telah menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Karena itu, upaya pencegahan tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk para tokoh agama dan penyuluh yang memiliki kedekatan langsung dengan umat.
Ia menjelaskan bahwa pendekatan preventif melalui edukasi dan pembinaan menjadi salah satu strategi penting yang terus dikedepankan BNNK Gianyar. "Penyuluh agama diharapkan mampu menyisipkan pesan-pesan P4GN dalam setiap kegiatan pembinaan, penyuluhan, maupun pendampingan umat yang mereka lakukan di desa-desa dan rumah ibadah, " imbuhnya.
Sosok Sudirman dikenal aktif membangun sinergi dengan berbagai lembaga pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dunia pendidikan, hingga komunitas keagamaan di Kabupaten Gianyar. Di bawah kepemimpinannya, BNNK Gianyar terus memperluas gerakan pencegahan narkoba melalui pembentukan kawasan bebas narkoba, penguatan deteksi dini, serta edukasi berkelanjutan kepada masyarakat.
Dalam pemaparannya, Sudirman juga mengingatkan bahwa penyalahgunaan narkoba dapat merusak masa depan individu, keluarga, dan bangsa. Karena itu, nilai-nilai agama, moral, dan budaya lokal perlu terus diperkuat sebagai benteng utama dalam menghadapi berbagai pengaruh negatif yang berkembang di masyarakat.
Kegiatan edukasi P4GN tersebut mendapat perhatian para penyuluh lintas agama Kemenag Gianyar yang selama ini aktif mendampingi masyarakat melalui berbagai program pembinaan. Melalui kolaborasi ini, diharapkan pesan-pesan pencegahan narkoba dapat menjangkau lebih luas dan menyentuh langsung kehidupan masyarakat hingga tingkat akar rumput.
Bagi Sudirman, keberhasilan P4GN bukan semata diukur dari jumlah kasus yang berhasil diungkap, tetapi juga dari semakin kuatnya kesadaran masyarakat untuk menjauhi narkoba. Karena itu, sinergi dengan para penyuluh lintas agama menjadi langkah strategis untuk mewujudkan Gianyar yang sehat, aman, dan bebas dari ancaman narkotika. (ade)
Editor : Putu Agus AdegrantikaSumber : Ade Grantika