Memasuki Musim Kawin Ular, Warga Tabanan Diminta Waspada Kemunculan Kobra 

IGA Kusuma Yoni • Dipublikasikan Sabtu, 3 Oktober 2026 | 07:02 WIB
Proses evakuasi ular kobra di Kabupaten Tabanan. (Ist)
Proses evakuasi ular kobra di Kabupaten Tabanan. (Ist)

BALIEXPRESS.ID- Periode September sampai dengan Desember dikenal sebagai periode musim kawin ular kobra. 

Reptil ini akan lebih sering terlihat, seperti halnya di Kabupaten Tabanan sejak September lalu, sebanyak 18 ekor ular jenis king kobra dievakuasi dari kawasan perumahan.  

Ketua Yayasan Reptil Asih Tabanan Ni Putu Astridayanti meminta warga untuk waspada dengan kondisi tersebut. 

Baca Juga: Bawa Jimat dan Sajam Saat Beraksi, Dua Pelaku Curanmor di Surabaya Ditangkap Polisi

Selama periode musim kawin ini, pergerakan ular king kobra ini akan lebih aktif untuk mencari sarang dan pasangan.  

"Pada rentang waktu september-Desember yang merupakan periode king kobra kawin, akan lebih aktif sehingga kami meminta masyarakat lebih waspada," pesannya  .  

Astri menyatakan kondisi ini diperkirakan akan berlanjut higga akhir Januari mendatang,  di mana sebagian telur ular mulai menetas.   

Baca Juga: Kasus Pembakaran di Muncan Karangasem, Tersangka Tak Dijerat Pembunuhan Berencana

Astridayanti mengatakan kemunculan ular ini di kawasan permukiman Tabanan belakangan ini semakin sering terjadi.

Tiga bulan terakhir, ada 18 ekor king kobra telah berhasil dievakuasi. Panjangnya ada yang mencapai 4,7 meter. 

Baca Juga: Vinicius Junior Bangkit Usai Kegagalan Brasil di Piala Dunia 2026, Gol Penalti Jadi Titik Balik 

Musim kawin umumnya berlangsung sekitar Juli, Agustus, hingga September. Namun peningkatannya bisa terjadi pada September hingga Desember.

Pergerakan ular pada periode ini membuat satwa ini lebih sering terlihat di sekitar permukiman warga. 

“Selama ini lokasi penangkapan cukup dominan di permukiman warga. Ada yang ditemukan di kamar, di bawah tempat tidur, depan rumah, hingga halaman,” kata Astidayanti. 

Penemuan di pemukiman ini tidak selalu berkaitan dengan ketersediaan makanan untuk ular ini yang berdekatan dengan rumah warga.

King kobra diketahui memangsa sesama reptil, terutama ular lainnya, sehingga terkadang kerap masuk ke kawasan permukiman ketika mengejar mangsanya. 

"Penemuan king kobra di pemukiman warga Tabanan menyebar di sejumlah kecamatan seperti di Tabanan, Marga, Penebel, Baturiti, Kerambitan, Selemadeg Timur, dan Selemadeg Barat," ujar Astridayanti. 

Meski berbahaya,  Astri meminta kepada warga jika menemukan king kobra untuk tidak panik. Warga diminta tidak mencoba menangkap, mengejar, atau mengganggu ular tersebut karena dapat memicu tindakan defensif. 

“Kalau melihat king kobra, jangan panik dan jangan diganggu. Segera laporkan kepada kami agar bisa dievakuasi dengan aman,” tambahnya. (*)  

 

 

Editor : I Made Mertawan
musim kawin ular king kobra tabanan