Bahlil Dapat Posisi Menko, Demer: Ketua Umum Kami Cerdas

Rika Riyanti • Dipublikasikan Sabtu, 3 Oktober 2026 | 12:33 WIB
CERDAS: Ketua DPD Partai Golkar Bali, I Gede Sumarjaya Linggih alias Demer
CERDAS: Ketua DPD Partai Golkar Bali, I Gede Sumarjaya Linggih alias Demer

 

BALIEXPRESS.ID – Ketua DPD Partai Golkar Bali, I Gede Sumarjaya Linggih alias Demer, menilai reshuffle Kabinet Merah Putih yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto tidak membawa perubahan signifikan terhadap keterwakilan kader Golkar di pemerintahan.

Ia menyebut partainya kehilangan satu kader, tetapi pada saat yang sama mendapat tambahan satu posisi.

"Golkar sendiri merasa bahwa kemarin itu reshuffle tidak ada yang berubah, karena kami kehilangan satu tapi masuk satu," katanya saat diwawancara media usai memberi sambutan dalam Rakerda, Sabtu (3/10).

Demer juga menyoroti kepercayaan yang diberikan kepada Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, untuk menduduki jabatan Menteri Koordinator (Menko).

Baca Juga: Golkar Bali Mulai Panaskan Mesin Politik Menuju Pemilu 2029

Menurutnya, posisi tersebut merupakan amanah yang harus dijalankan secara bertanggung jawab.

"Bahkan Pak Bahlil, mendapat Menko. Ya tentu ini sebuah kepercayaan yang harus dijaga tentunya. Tidak hanya sebagai kepercayaan dan tugas, tapi tugas dan kepercayaan ini harus dijaga dengan baik, dan dikerjakan dengan baik," terangnya.

Demer menilai Bahlil memiliki kecerdasan yang dibutuhkan untuk menjalankan tugas pemerintahan.

Ia menjelaskan, kecerdasan tidak sebatas penguasaan teori, tetapi juga mencakup kemampuan berinovasi, berkreasi, dan menemukan cara untuk mengatasi hambatan.

"Kalau pintar itu biasanya arahnya ke teori, tapi kalau kecerdasan itu inovatif, kreatif, dan juga mampu untuk memotong atau memangkas hal-hal yang menghambat, dan mampu memotong jalan terpintas untuk mencapai tujuan," jelasnya.

Terkait perombakan kabinet, Demer menegaskan bahwa keputusan mengenai penempatan menteri maupun pejabat pemerintahan merupakan hak prerogatif Presiden.

Sebagai kader partai, ia menyatakan kesiapannya menerima penugasan apa pun yang diberikan.

"Itu hak prerogatif Presiden. Dan sebagai kader Golkar, siap apa pun itu. Harus selalu siap, siapapun yang sudah masuk ke partai politik harus siap apa pun itu tugasnya," katanya.

Di sisi lain, Demer turut menceritakan perjalanan kariernya di DPR RI.

Baca Juga: DPRD Bangli Minta Pemerintah Adil, Pembangunan Fasilitas Tak Hanya Numplek di Perkotaan

Ia mengaku beberapa kali sempat disebut akan menduduki posisi Ketua Komisi, tetapi rencana tersebut tidak terealisasi.

Saat ini, ia dipercaya mengemban tugas sebagai Sekretaris Fraksi Golkar DPR RI.

"Saya beberapa kali mau dijadikan Ketua Komisi terus tidak jadi, sekarang saya di Sekretaris, dan itu mungkin jalan Tuhan. Yang terbaik untuk saya, dan saya ikut seperti air mengalir," ungkapnya.(***)

Editor : Rika Riyanti
Golkar Bali Bahlil Lahadalia Rakerda demer