BALIEXPRESS.ID – Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia meminta pengurus Golkar Bali periode 2025–2030 meningkatkan perolehan kursi legislatif pada pemilu mendatang.
Target tersebut mencakup DPRD Provinsi Bali, DPRD kabupaten/kota, hingga DPR RI.
Pesan itu disampaikan Bahlil saat pelantikan pengurus DPD Partai Golkar Bali dan jajaran pengurus Golkar kabupaten/kota se-Bali di Gong Perdamaian, Denpasar, Sabtu (3/10) malam.
Ia menekankan penambahan kursi legislatif sebagai salah satu sasaran yang harus diperjuangkan partai ke depan.
Baca Juga: Pengurus DPD Golkar Bali Resmi Dilantik, Bahlil Tegaskan Golkar Bukan Milik Keluarga
"Yang pertama adalah kita mempunyai target, harus menaikkan kursi. Dari 102 di DPR RI harus 102 lebih," cetus Bahlil.
Ia meminta pengurus Golkar Bali segera menyiapkan langkah untuk memperluas keterwakilan partai di lembaga legislatif, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
"Saya minta kepada pengurus Golkar Provinsi Bali agar segera menaikkan kursi di DPR Provinsi, di DPRD Kabupaten/Kota, dan juga kalau bisa di DPR RI," tegasnya.
Selain membahas target elektoral, Bahlil menegaskan Golkar tetap mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Dukungan tersebut, menurutnya, merupakan bagian dari keputusan Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar.
"Partai Golkar akan konsisten untuk mendukung pemerintah di bawah pimpinan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Mas Gibran Rakabuming Raka," katanya.
Ia juga meminta kader Golkar yang menduduki jabatan di lembaga eksekutif maupun legislatif, mulai dari pusat hingga daerah, ikut mengawal pelaksanaan program pemerintah.
Salah satu program yang disorot Bahlil adalah Makan Bergizi Gratis (MBG).
Baca Juga: Demer Jadikan Kisah Bahlil Eks Sopir Angkot Motivasi Kader Muda Golkar Bali
Ia menilai program tersebut memiliki tujuan yang baik untuk masyarakat, tetapi pelaksanaannya harus tetap mengikuti aturan dan menghormati mekanisme yang berlaku di daerah.
Bahlil mengaitkan pandangannya mengenai pemenuhan gizi dengan pengalaman hidupnya ketika masih kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Pengalaman tersebut, menurutnya, membuat persoalan akses terhadap makanan menjadi hal yang dekat dengan kehidupannya.
"Saya jujur Bapak/Ibu semua mengatakan bahwa sebagai anak yang lahir dari pelosok Timur Nusantara, hidupnya pernah susah. Sekolah kadang-kadang makan susah," terangnya.
Baca Juga: BSU 2026 Rp900 Ribu Cair, Pekerja Desil Berapa yang Bisa Menerima?
Ia menegaskan, program pemenuhan gizi perlu dijalankan secara tertib agar tujuan yang ingin dicapai tidak terganggu oleh pelanggaran dalam pelaksanaannya.
"Makanan bergizi itu sebenarnya adalah sebuah program mulia selama kita lakukan dengan baik, tidak boleh ada pelanggaran hukum, dan juga harus menghargai proses-proses yang ada instrumen di daerah," tuturnya.
Di sektor energi, Bahlil menyinggung masih adanya sekitar 11.000 desa yang disebut belum mendapatkan akses listrik.
Ia mendorong agar persoalan tersebut menjadi perhatian pemerintah sehingga seluruh desa dapat menikmati layanan listrik pada masa pemerintahan Prabowo.
Bahlil turut mengaitkan pengembangan energi bersih dengan karakter Bali sebagai destinasi pariwisata.
Menurutnya, penggunaan energi ramah lingkungan menjadi salah satu aspek yang relevan bagi daerah yang banyak dikunjungi wisatawan.
Baca Juga: 5 Lembaga Pemerintah yang Berkali-kali Ganti Pimpinan di Era Prabowo, Ini Daftarnya
Ia menjelaskan, Bali dipilih sebagai salah satu lokasi untuk mendorong pengembangan energi bersih, termasuk proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas besar yang disebutnya mencapai 100 GW.
"Kenapa saya memilih di Bali? Jawa Timur waktu itu meminta. Bali ini adalah kota pariwisata. Dunia selalu berpikir tentang green energy," jelasnya.
Menurut Bahlil, pengembangan energi bersih di Bali berkaitan dengan upaya mendukung kebutuhan energi sekaligus menjaga citra pariwisata Pulau Dewata di tengah perhatian dunia terhadap isu lingkungan.
Menutup sambutannya, Bahlil mengingatkan kader Golkar Bali agar menjaga kekompakan dan mendukung kepemimpinan Ketua DPD Golkar Bali Gde Sumarjaya Linggih alias Demer.
Baca Juga: Koperasi Merah Putih Disiapkan Jadi Penyalur Subsidi hingga Desa
Ia menyinggung pengalamannya ketika pertama kali dipercaya memimpin Golkar, saat sebagian orang mempertanyakan peluangnya menduduki posisi tersebut.
"Saya aja waktu pertama jadi Ketua Umum Golkar, orang pikir ini orang Papua ini bisa atau tidak jadi Ketua Umum Golkar. Eh, ternyata lewat juga barang itu," katanya.(***)
Editor : Rika Riyanti