BALIEXPRESS.ID - Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Badung membidik pengembangan lahan untuk bawang merah serempak.
Dari lahan yang dicari seluas 12 hektare ditargetkan hasil produksi hingga 174 ton.
Hal ini disampaikan Kadisperpa Badung, Anak Agung Ngurah Raka Sukadana.
Baca Juga: Breakwater Dermaga Water Taxi Pantai Berawa Didesain 1,3 Kilometer
Menurut Sukadana, langkah ini disiapkan untuk menekan harga jual bawang merah.
Sekaligus diharapkan dapat menekan laju inflasi.
"Ketika nanti panen bawang merah ini serempak di 12 hektar, kami berharap 174 ton itu akan mampu untuk menekan harga. Artinya pengendalian inflasi ini bisa," ujarnya.
Baca Juga: Wabup Bagus Alit Sucipta Terima Exit Meeting Pemeriksaan BPK RI
Pihaknya menyebutkan, upaya penambahan dan perluasan areal tanam tersebut mengacu pada capaian panen bawang merah di Subak Delod Sema, Kelurahan Sading, Kecamatan Mengwi.
Terlebih di kawasan subak tersebut dalam dua bulan menghasilkan hampir 26 ton.
Seluruh komoditas hasil panen tersebut dikembangkan di lahan 2 hektar saja.
Baca Juga: Wakil Bupati Nagekeo Gonzalo Meninggal Dunia Usai Pantau Perbaikan Jalan
Guna menjamin kontinuitas pasokan, para petani kini diarahkan membentuk kelompok tani khusus pengembangan tanaman hortikultura.
Pembentukan wadah kelompok tani ini juga dimaksudkan untuk merealisasikan program diversifikasi tanaman agar petani tidak hanya berfokus pada komoditas padi saja.
Diversifikasi melalui pola tanam gilir palawija ini sangat dinilai krusial untuk mencegah penurunan kualitas dan kesuburan tanah akibat tingkat keasaman yang berlebih sekaligus menjaga kualitas produk di tengah cuaca yang tak menentu.
"Ketika padi terus ditanam, ini akan meningkatkan keasaman tanah sehingga kesuburan tanah itu terganggu, sehingga produksi padi itu juga akan menurun. Harapan kami diversifikasi tanaman ini sangat penting dalam rangka untuk menjaga produksi di bidang horti ke depan," jelasnya.
Lebih lanjut dirinya menyatakan, penguatan sektor hortikultura ini diproyeksikan akan terus disokong Pemkab Badung berlanjut sampai tahun 2027.
Selain wilayah Kecamatan Mengwi, persebaran lokasi percontohan penanaman bawang merah ini telah merambah ke wilayah Kecamatan Petang serta Abiansemal.
"Ke depan, untuk tahun 2027, kami berharap kelompok tani ini bisa berlanjut. Apa yang diperlukan dalam proses untuk penanaman bawang ini akan di-support oleh Pemerintah Kabupaten Badung," paparnya. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga