Gus Par Minta BNPB Bangun Sumur Bor di Karangasem, Tambah Tangki Air dan Kendaraan Rescue

I Wayan Adi Prabawa • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 07:26 WIB
Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata saat menerima kunjungan Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Dr. Abdul Muhari, Senin (5/10/2026). (Ist)
Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata saat menerima kunjungan Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Dr. Abdul Muhari, Senin (5/10/2026). (Ist)

BALIEXPRESS.ID - Pemkab Karangasem terus mendorong penguatan upaya pencegahan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Beragam kebutuhan daerah disampaikan Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata (Gus Par) saat menerima kunjungan Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Dr. Abdul Muhari, Senin (5/10/2026).

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Bupati Karangasem tersebut menjadi momentum memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah dan BNPB.

Baca Juga: Elkan Baggott Tegaskan Timnas Indonesia Raja Asia Tenggara Usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Sejumlah persoalan menjadi perhatian, mulai dari kekeringan, kebakaran lahan hingga banjir yang terjadi di sejumlah wilayah Karangasem.

Dalam pertemuan itu, Gus Par menyampaikan kebutuhan dukungan sarana dan prasarana untuk menghadapi kondisi daerah yang mengalami keterbatasan sumber air.

Pemkab Karangasem mengusulkan pembangunan sejumlah titik sumur bor dan pengembangan jaringan pipanisasi untuk membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat, terutama di wilayah rawan kekeringan.

Baca Juga: Bupati Cup 2026 Jadi Ajang PSSI Buleleng Jaring Talenta untuk Porprov Bali

“Pencegahan harus kita perkuat dari tingkat desa. Masyarakat perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk menghadapi potensi bencana, khususnya kebakaran dan kekeringan,” ujar Gus Par.

Selain penguatan sumber air, Gus Par juga mengusulkan penambahan armada mobil tangki serta kendaraan rescue BNPB.

Baca Juga: John Herdman Bangga Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Puji Suporter dan Emil Audero

Dukungan tersebut dinilai diperlukan untuk mempercepat penanganan ketika terjadi bencana, termasuk kebakaran lahan yang menjadi salah satu potensi kerawanan di Karangasem.

Menurut Gus Par, kesiapsiagaan tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah dan petugas.

Masyarakat di tingkat desa juga perlu memiliki kemampuan untuk melakukan langkah awal ketika menghadapi situasi darurat.

Karena itu, Pemkab Karangasem mendorong penguatan program Desa Tangguh Bencana (Destana), khususnya di desa-desa yang memiliki potensi kerawanan kebakaran. Pelatihan dan penyuluhan diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai mitigasi serta penanganan awal bencana.

Persoalan banjir juga menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut. Gus Par menyampaikan adanya sejumlah wilayah yang mengalami banjir secara berulang dengan durasi genangan yang cukup lama.

Untuk mendukung penanganannya, Pemkab Karangasem meminta dukungan BNPB, termasuk dalam penyediaan dan pengelolaan pompa air.

Sarana tersebut diharapkan dapat membantu mempercepat pengendalian genangan saat terjadi banjir.

“Karangasem memiliki karakteristik wilayah dan potensi bencana yang beragam. Karena itu, kami membutuhkan sinergi dan dukungan pemerintah pusat agar upaya pencegahan, kesiapsiagaan hingga penanganan bencana dapat dilakukan secara lebih optimal,” kata Gus Par.

Kunjungan jajaran BNPB tersebut sekaligus menjadi bagian dari pemetaan kebutuhan penanggulangan bencana di Karangasem.

Pemkab Karangasem berkomitmen memperkuat mitigasi melalui peningkatan kapasitas masyarakat, pemenuhan sarana prasarana serta penguatan koordinasi lintas sektor.

Gus Par berharap koordinasi dengan BNPB dapat ditindaklanjuti melalui dukungan konkret sesuai kebutuhan daerah.

Dengan karakteristik wilayah dan potensi bencana yang beragam, kesiapan pemerintah bersama masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko serta mempercepat respons ketika bencana terjadi.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati didampingi Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Ida Ketut Arimbawa serta Kepala BPBD Kabupaten Karangasem I Made Aditya Sugiharta.

Sementara Deputi Bidang Pencegahan BNPB Dr. Abdul Muhari hadir didampingi Direktur BNPB Pangarso. (*)

 

 

Editor : I Made Mertawan
kebutuhan air bnpb bupati karangasem