BALIEXPRESS - Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini, mulai dari perundungan, penyalahgunaan narkoba, tawuran hingga pengaruh negatif media sosial, kehadiran sosok polisi yang mampu menjadi sahabat dan pembimbing bagi pelajar menjadi kebutuhan penting. Peran itu tampak ditunjukkan Wakapolres Gianyar Kompol Willa Jully Nendissa, S.I.K., saat menyambangi SMP Negeri 1 Blahbatuh, Rabu (7/10).
Didampingi Kapolsek Blahbatuh Kompol Luh Putu Sri Sumartini, S.H., M.H., Kompol Willa hadir bukan sekadar menjalankan tugas kedinasan. Kehadirannya menjadi wujud nyata komitmen Polri untuk lebih dekat dengan masyarakat, khususnya kalangan pelajar yang akan menjadi penerus bangsa di masa depan.
Berlokasi di SMP Negeri 1 Blahbatuh, Jalan Wisma Udayana, kunjungan tersebut berlangsung hangat dan penuh suasana kekeluargaan. Wakapolres Gianyar bersama rombongan diterima langsung Kepala Sekolah I Dewa Nyoman Bawa, S.Pd., M.Pd., beserta para guru dan staf sekolah.
Dalam pertemuan itu, Kompol Willa memilih pendekatan dialogis. Ia tidak hanya mendengarkan berbagai masukan dari pihak sekolah, tetapi juga berdiskusi mengenai situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di lingkungan pendidikan, kedisiplinan siswa, pengawasan anak, hingga perkembangan penggunaan teknologi dan media sosial di kalangan remaja.
Sebagai perwira yang mengemban tugas membantu menjaga keamanan wilayah Gianyar, Kompol Willa memahami bahwa ancaman terhadap generasi muda tidak selalu berbentuk kejahatan konvensional. "Perkembangan teknologi digital menghadirkan tantangan baru yang membutuhkan perhatian bersama antara sekolah, keluarga dan aparat keamanan, " jelasnya.
Karena itu, dalam dialog tersebut, ia menekankan pentingnya sinergi antara Kepolisian, sekolah dan orang tua dalam mengawasi serta membimbing anak-anak agar tidak terjerumus pada perilaku negatif yang dapat merugikan masa depan mereka.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah meningkatnya pengaruh media sosial terhadap pola pergaulan remaja. Menurutnya, teknologi dapat menjadi sarana yang sangat bermanfaat apabila digunakan secara bijak, namun juga dapat menjadi pintu masuk berbagai perilaku menyimpang apabila tidak disertai pengawasan yang memadai.*
Editor : Putu Agus Adegrantika