Krisis Air Bersih, BPBD Buleleng Salurkan 5.000 Liter untuk Warga Abasan

Dian Suryantini • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 07:36 WIB
Pendistribusian air bersih di Banjar Dinas Abasan, Desa Tejakula, Kabupaten Buleleng, Rabu (7/10/2026). (Ist)
Pendistribusian air bersih di Banjar Dinas Abasan, Desa Tejakula, Kabupaten Buleleng, Rabu (7/10/2026). (Ist)

BALIEXPRESS.ID – Kebutuhan air bersih warga di Banjar Dinas Abasan, Desa Tejakula, Buleleng kembali mendapat perhatian.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) Regu I mendistribusikan sebanyak 5.000 liter air bersih kepada warga setempat, Rabu (7/10/2026).

Pendistribusian air bersih tersebut dilakukan sebagai bentuk respons terhadap kebutuhan warga yang mengalami keterbatasan pasokan air.

Baca Juga: Bayi 3 Kg Ditemukan Terbungkus Handuk di Banyuwangi, Polisi Tangkap Pasutri Muda

Kondisi tersebut membuat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, terutama untuk keperluan sehari-hari, menjadi lebih sulit.

TRC Regu I BPBD Buleleng mendatangi lokasi dengan membawa bantuan air bersih menggunakan armada tangki. Sebanyak 5.000 liter air kemudian disalurkan kepada warga di BD Abasan.

Bantuan air bersih menjadi salah satu langkah penanganan yang dilakukan pemerintah daerah ketika masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga: Monyet Liar Serang Siswa SD di Buleleng, Luka Gigitan di Tangan dan Pinggul

Distribusi dilakukan dengan harapan dapat membantu memenuhi kebutuhan warga selama kondisi pasokan air belum kembali normal.

Kalakhar BPBD Buleleng, Gede Suyasa mengatakan, kondisi kekurangan air bersih bukan persoalan baru di sejumlah wilayah Buleleng, khususnya ketika curah hujan rendah dan sumber-sumber air mengalami penurunan debit.

Baca Juga: Rumah Perwira TNI Diduga Jadi Markas Judi Online, KSAD Maruli Janji Tindak Tegas

Dalam situasi tersebut, masyarakat harus mencari sumber air alternatif atau mengandalkan bantuan distribusi air bersih dari pemerintah.

“Melalui TRC, BPBD Buleleng melakukan penanganan langsung di lapangan dengan mendistribusikan air ke wilayah yang membutuhkan. Untuk warga di Baanjar Dinas Abasan, tambahan pasokan 5.000 liter air diharapkan dapat meringankan kebutuhan air bersih. Distribusi air dilakukan secara langsung sehingga masyarakat dapat memanfaatkan bantuan tersebut sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Penyaluran air bersih ini menunjukkan bahwa persoalan ketersediaan air tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan konsumsi, tetapi juga menyangkut keberlangsungan aktivitas rumah tangga.

Ketika sumber air terbatas, masyarakat harus mengatur penggunaan air secara lebih ketat.

BPBD Buleleng melalui TRC terus melakukan penanganan berdasarkan kebutuhan di lapangan.

Distribusi air bersih menjadi salah satu bentuk intervensi untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh pasokan air. (*)

Editor : I Made Mertawan
bpbd buleleng krisis air buleleng