Antrean BBM di Denpasar-Badung, Pasokan Bali Menunggu Kapal Sandar

Rika Riyanti • Dipublikasikan Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:57 WIB
Pembelian BBM Pertalite diwacanakan hanya untuk orang dengan desil tertentu. (Dok/Pertamina)
Ilustrasi

 

BALIEXPRESS.ID – Antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Denpasar dan Badung menjadi perhatian di tengah pengaturan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Bali.

Dinas Ketenagakerjaan dan Energi Sumber Daya Mineral (Disnaker ESDM) Provinsi Bali menyebut distribusi pasokan masih diatur sambil menunggu kapal pengangkut BBM tiba dan bersandar di terminal BBM.

Kepala Disnaker ESDM Bali, Ida Bagus Setiawan, mengatakan pengaturan distribusi tersebut dilakukan berdasarkan koordinasi dengan Pertamina.

Langkah ini bertujuan menjaga ketersediaan BBM agar pasokan untuk Bali tidak terputus.

Baca Juga: Koster Tetapkan Enam Kawasan Rendah Emisi, Bali Perkuat Pembangunan Hijau

“Saat ini pertamina masih melakukan pengaturan terhadap distribusi stok BBM di Bali sambil menunggu kapal yang membawa BBM datang dan bersandar. Hal ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan BBM di Bali tidak sampai terputus,” katanya, Sabtu (10/10).

Setiawan berharap kapal pengangkut BBM dapat bersandar di Terminal BBM (TT) Manggis dan Depo Pesanggaran pada Sabtu dan Minggu. 

Kedatangan kapal tersebut diharapkan memperlancar kembali penyaluran BBM di Bali.

“Sabtu dan Minggu diharapkan Kapal Distribusi BBM sandar ke TT Manggis dan Depo Pesanggaran mudah-mudahan normalisasi segera,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, kondisi geopolitik global turut menjadi faktor yang perlu dicermati dalam menjaga ketersediaan energi.

Untuk itu, masyarakat diharapkan lebih bijak dalam menggunakan BBM.

Pemerintah daerah juga mendorong pemanfaatan kendaraan listrik berbasis baterai (KBLBB) sebagai alternatif transportasi yang lebih ramah lingkungan.

“Dengan situasi geopolitik global yang terjadi saat ini diharapkan masyarakat dapat menggunakan BBM dengan bijak dan kami ke depan mendorong penggunaan KBLBB di Bali untuk mode transportasi ramah lingkungan,” tuturnya.

Menurut Setiawan, jumlah kendaraan listrik yang beroperasi di Bali saat ini hampir mencapai 17.000 unit.

Baca Juga: Golkar Resmi Dukung Prabowo di Pilpres 2029, Bagaimana Nasib Gibran sebagai Cawapres?

Sebagian besar merupakan kendaraan roda dua, yakni sekitar 12.000 unit, sedangkan kendaraan roda empat telah mencapai lebih dari 4.000 unit.

“Jumlah kendaraan listrik di Bali Total hampir 17.000 unit, Roda 2 sebanyak 12.000 unit dan Roda 4 sebanyak 4.000 unit lebih. Jumlah kendaraan BBM lebih dari 4 juta unit,” sebutnya.

Di sisi lain, kendaraan yang masih mengandalkan BBM di Bali jumlahnya telah melampaui 4 juta unit.

Besarnya jumlah kendaraan tersebut turut menggambarkan kebutuhan bahan bakar untuk menunjang aktivitas dan mobilitas masyarakat.

Baca Juga: Astra dan BKKBN Perkuat Kolaborasi Pencegahan Stunting di Desa Sejahtera Astra Gedepangrango

Setiawan menyebut terdapat sejumlah faktor yang memengaruhi kondisi pasokan dan konsumsi BBM di Bali.

Salah satunya, pasokan BBM yang masih bergantung pada impor.

Selain itu, terjadi peralihan pengguna Pertamax ke Pertalite hingga 12 persen.

Konsumsi BBM, terutama di wilayah Denpasar dan Badung, juga mengalami peningkatan.

Sementara itu, kuota BBM yang telah ditetapkan membuat penambahan pasokan diperlukan untuk mengimbangi kebutuhan tersebut.

“Penggunaan BBM di Bali khususnya Denpasar dan Badung meningkat sementara kuota sudah tertentu sehingga perlu penambahan,” katanya.

Baca Juga: Multifinance Day 2026 di Bali, APPI Soroti Perlindungan Konsumen hingga Pembiayaan UMKM

Faktor lainnya adalah potensi gangguan pengiriman BBM dari luar Bali.

Menurut Setiawan, hambatan distribusi di daerah asal atau jalur pengiriman dapat berdampak terhadap ketersediaan pasokan di Bali, bergantung pada stok yang tersedia.

“Bilamana ada gangguan di luar dan mempengaruhi pengiriman yang ke Bali pasti berdampak. Karena stock yang tersedia,” terangnya.

Disnaker ESDM Bali berharap kapal pengangkut BBM dapat bersandar sesuai jadwal sehingga distribusi segera kembali normal.

Baca Juga: Enam Pembalap Astra Honda Siap Melesat di IM4AC Mandalika

Di tengah kondisi tersebut, masyarakat diimbau menggunakan BBM sesuai kebutuhan sembari mendukung pengembangan kendaraan listrik sebagai pilihan transportasi ramah lingkungan.(***)

Editor : Rika Riyanti
bali bbm pertamina spbu