BALIEXPRESS.ID- Suasana antrean kendaraan tampak di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Bebalang, Jalan Brigjen Ngurah Rai, Kota Bangli, Rabu (14/10/2026). Antrean didominasi sepeda motor.
Sang Ayu Kompyang Adiani, salah seorang pengendara sepeda motor yang ikut dalam antrean.
Kepala SDN 2 Terunyan, Kintamani ini butuh waktu sekitar 2 jam untuk mendapat BBM yang hanya tersedia Pertamax Turbo, siang itu.
Baca Juga: FINNS Beach Club Apresiasi 100 Driver Grab, Luncurkan Jaket Kolaborasi
"Saya antre dari sekitar jam 09.00 Wita, baru dapat sekitar jam 11.00 Wita," ujar Adiani.
Kasek (kepala sekolah) ini menuturkan sempat mendatangi SPBU pada malam hari sebelumnya, namun urung membeli karena situasi antrean.
Keesokan harinya, ia kembali mendatangi lokasi sekitar pukul 06.30 Wita. Situasinya masih sama, kendaraan mengular antre BBM.
Baca Juga: Pengguna Fitur Antrian Daring Sentuh Tanahku: Bisa Urus Tanah Tanpa Cuti
Namun karena ada keperluan lain dan mengira situasi siang hari akan lebih lengang, ia sempat memilih pulang ke rumah.
"Jam 06.30 saya lihat sudah antre, saya pikir siangan sepi, ternyata masih ramai. Akhirnya saya antre, tidak jadi saya ke sekolah, koordinasi dengan guru lain," tutur perempuan yang tinggal di Kota Bangli ini.
Baca Juga: Lebih dari Sekadar Modal, KUR BRI Bantu Fitriani Besarkan Usaha hingga Buka Lapangan Kerja bagi Warg
Ia menambahkan, sebelum pengisian tersebut, sisa bahan bakar di kendaraannya sebenarnya masih cukup untuk perjalanan menuju Terunyan.
Kendati demikian, ia memilih mengisi penuh karena khawatir kekurangan bahan bakar saat hendak pulang, mengingat jarak antara Terunyan dan Kota Bangli tergolong cukup jauh.
Pengalaman serupa disampaikan oleh Putu Santika Maprilia, warga Banjar Tanggapan Peken, Desa Sulahan, Kecamatan Susut.
Ia mengantre bersama kakaknya dalam perjalanan menuju Denpasar. "Saya antre dari jam 09.00 sampai jam 11.00 Wita,” terangnya.
Ia rela antre karena perjalanan dari rumahnya sama sekali tidak menemukan pedagang BBM eceran.
Ketut Suwita selaku pengelola SPBU Bebalang mengatakan atrean terjadi sejak belum buka, namun tidak sampai ke jalan raya.
Antrean masih sebatas area SPBU. SPBU ini seperti biasa buka pukul 05.30 Wita. "Belum buka suda ada antre," terangnya.
Pantauan Bali Express (Jawa Pos Group), SPBU ini hanya melayani pembelian Pertamax Turbo pada pagi-siang. Harganya Rp19.600 per liter. Selanjutnya tersedia Pertalite.
Antrean di SPBU wilayah Bangli mendapat perhatian dari Polres Bangli. Polsek melakukan pengamanan SPBU di masing-masing wilayahnya dan dibekap Polres Bangli.
"Pengamanan dilakukan agar antrean berjalan dengan aman, tidak mengganggu arus lalu lintas," kata Kasi Humas Polres Bangli Iptu I Gede Gumiliarta.
Gumiliarta menyebutkan bahwa terdapat sembilan SPBU di Kabupaten Bangli. Pengamanan dilakukan sejak dua hari lalu.
"Hari ini (Rabu siang), semua terjadi antrean. Situasi aman dan terkendali," kata perwira asal Desa Bangbang, Kecamatan Tembuku, ini. (*)
Editor : I Made Mertawan