Pemerataan Ekonomi, Dinas Perikanan Badung Kembangkan Kampung Lele

Putu Resa Kertawedangga • Dipublikasikan Selasa, 20 Oktober 2026 | 16:55 WIB
Dinas Perikanan Badung saat menyerahkan paket benih ikan lele kepada kelompok pembudidaya di Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Selasa (20/10). (ist)
Dinas Perikanan Badung saat menyerahkan paket benih ikan lele kepada kelompok pembudidaya di Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Selasa (20/10). (ist)

BALIEXPRESS.ID - Dinas Perikanan Kabupaten Badung kini mengembangkan program Kampung Lele di Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal.

Dalam program ini anggaran yang digelontorkan pun tak tanggung-tanggung, yakni mencapai Rp 951 juta lebih.

Program ini digenjot agar perputaran ekonomi warga makin merata sekaligus mendongkrak produksi pangan dan pendapatan masyarakat lokal.

Baca Juga: Betterplace Hadirkan Layanan Concierge Personal di Bali, Sewa Vila Kini Lebih Praktis dan Eksklusif

Kadis Perikanan Badung, I Nyoman Suardana mengatakan, program kampung lele di Desa Darmasaba saat ini dijalankan dengan mendistribusikan 49 paket benih ikan.

Dalam satu paketnya sendiri terdiri dari 4.500 benih ikan yang diberikan kepada masyarakat.

"Saat Kami  distribusikan di Darmasaba. Kami berikan 49 paket dimana dalam satu paket  terdiri dari  tiga kolam terpal, 4.500 benih ikan lele, dan juga pakannya," ujar Suardana, Selasa (20/10).

Baca Juga: Evaluasi APBD 2026, Bupati Badung Minta Fokus Solusi Isu Strategis

Pihaknya menyebutkan, dari program ini anggaran yang digunakan mencapai Rp 951 juta lebih.

Alokasi dana tersebut direalisasikan dalam bentuk penyaluran 49 paket sarana budidaya kepada 49 penerima.

Mereka yang mendapatkan paket benih ikan lele tersebut tergabung dalam lima kelompok pembudidaya ikan di wilayah setempat.

Baca Juga: BRI Perkuat Ekonomi Kerakyatan melalui Pembiayaan dan Pemberdayaan Jutaan UMKM

"Kenapa di Desa Darmasaba? Pembudidayaan lele di sini sangat produktif. Di samping itu kami ingin warga Darmasaba bisa meningkatkan pendapatan," ungkapnya.

Inovasi Kampung Lele ini disamping melengkapi capaian sektor perikanan budidaya Badung juga mencatatkan peningkatan produksi dari 563,33 ton pada 2024 menjadi 672,64 ton pada 2025.

Program ini juga disinergikan dengan inovasi Desa Darmasaba yaitu BERLIAN (Beternak Lele untuk Kemandirian dan Nutrisi Anak) dan berbagai upaya penanganan stunting.

"Ke depan kami juga akan kembangkan lagi, mudah-mudahan bisa di desa  desa lain. Di Kabupaten  Badung  ada 130 kelompok pembudidaya Ikan (Pokdakan) yang tersebar di 6 Kecamatan," paparnya.

Selain memberikan  sarana produksi, Dinas Perikanan juga mengantisipasi kendala lonjakan harga pakan yang kerap dikeluhkan peternak.

Bahkan memperkenalkan mesin pakan mandiri serta alternatif pakan dari bahan lokal.

Hal ini diharapkan dapat meringankan beban modal para pembudidaya ikan.

"Kami tentu akan upayakan biar nanti pascapanen ini masyarakat tidak bingung lagi siapa yang bisa membeli. Saat ini ada pembudidaya yang sudah bekerja sama dengan para pengepul dan sudah berjalan. Untuk penyediaan ke MBG juga akan kami jajaki," jelasnya. (*)

Editor : Putu Resa Kertawedangga
darmasaba lele badung