BALIEXPRESS.ID - Pelaksanaan program banjar menari di Kabupaten badung hingga Oktober 2026 telah menjangkau 62 banjar dengan 2.480 peserta.
Meski demikian pelaksanaan program ini belum menjangkau seluruh banjar di Gumi Keris.
Keterbatasan anggaran pun menjadi kendala untuk memperluas jangkauan pelaksanaan program untuk melestarikan seni dan budaya tersebut.
Baca Juga: Discovery Kartika Plaza & Discovery Mall Bali Rayakan Anniversary dengan Musik dan Budaya
Kepala Dinas Kebudayaan (Kadisbud) Kabupaten Badung, I Gede Sukadana, mengatakan Banjar Menari merupakan bentuk komitmen Pemkab Badung untuk menjaga keberlangsungan seni tari Bali melalui lingkungan masyarakat paling dasar, yakni banjar.
Program yang melibatkan generasi muda ini pun dinilai penting dalam menumbuhkan kecintaan terhadap seni dan budaya Bali.
"Hingga Oktober 2026, program ini telah terlaksana di 62 banjar yang tersebar di Kecamatan Kuta Selatan, Kuta, Kuta Utara, Mengwi, Abiansemal, dan Petang. Dengan total sekitar 2.480 peserta, program ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk memperkuat pelestarian budaya berbasis masyarakat," ungkap Sukadana, Rabu (21/10).
Baca Juga: BRI Gandeng Pemerintah Tarik Investor Global, UMKM Indonesia Dibuka Akses ke Pasar Internasional
Hanya saja program banjar menari, menjelang akhir 2026 hanya dapat menargetkan dapt dilaksanakan di perwakilan satu banjar per desa atau kelurahan.
Terlebih hal ini dilakukan sesuai dengan kemampuan anggaran yang tersedia.
Namun pihaknya meyakini, pendampingan pelatih dan kualitas materi yang diajarkan akan terus diperkuat.
Baca Juga: Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, De Gadjah: Keberanian Memberantas Korupsi dan Memperjuangkan Rakyat
"Kami juga akan memperkuat pendampingan pelatih, kualitas materi tari, serta keberlanjutan kegiatan, agar program ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi benar-benar hidup di setiap banjar," ungkapnya.
Sukadana menjelaskan, keberlanjutan pelatihan ini menjadi perhatian penting agar kegiatan menari tidak hanya berlangsung selama program pemerintah berjalan.
Namun dirinya berharap, aktivitas seni dapat terus berjalan secara rutin di lingkungan masyarakat.
"Kami berterima kasih kepada para prajuru banjar, sekaa, dan seluruh pihak yang telah menjadi garda terdepan pelestarian budaya Bali. Semoga upaya ini senantiasa mendapat anugerah dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa," paparnya.
Sebagai informasi tambahan, Kabupaten Badung memiliki 543 banjar adat dan 560 banjar dinas.
Kecamatan Mengwi menjadi yang terbanyak dengan 211 banjar adat dan 192 banjar dinas. Disusul Abiansemal dengan 116 banjar adat dan 121 banjar dinas, serta Kuta Utara dengan 84 banjar adat dan 106 banjar dinas.
Sementara itu, Kuta Selatan memiliki 52 banjar adat dan 63 banjar dinas, Petang sebanyak 50 banjar adat dan 52 banjar dinas, serta Kecamatan Kuta dengan 30 banjar adat dan 26 banjar dinas.
"Ini menunjukkan masih luasnya ruang pengembangan Banjar Menari di Badung. Ke depan, penguatan pembinaan, ketersediaan anggaran, dan konsistensi latihan menjadi faktor penting agar manfaat program dapat menjangkau lebih banyak banjar serta memastikan seni tari Bali tetap hidup lintas generasi," harapnya. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga