Longsor di Desa Sulangai, Akses Jalan Sempat Tertutup

Putu Resa Kertawedangga • Dipublikasikan Senin, 2 November 2026 | 17:41 WIB
Alat berat milik Dinas PUPR Badung saat membersihakn tanah longsor di Desa Sulangai, Kecamatan Petang, Senin (2/11). (ist)
Alat berat milik Dinas PUPR Badung saat membersihakn tanah longsor di Desa Sulangai, Kecamatan Petang, Senin (2/11). (ist)

BALIEXPRESS.ID - Hujan deras yang terjadi sejak Minggu (1/11) menyebabkan terjadi 12 bencana di Desa Sulangai, Kecamatan Petang.

Banyaknya lokasi bencana ini sempat menyebabkan satu akses di wilayah tersebut terputus akibat tertimbun tanah longsor.

Beruntungnya dari kejadian ini tidak ada korban jiwa, hanya saja aliran listrik sempat padam.

Baca Juga: Pencarian Korban Longsor di Pelaga Eco Park, Tiga Posko Dibuka

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Badung, I Ketut Murdika mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi bencana longsor di Desa Sulangai terjadi sekitar 23.00 Wita, Minggu (1/11).

Terkait bencana ini dirinya memperkirakan terjadi akibat hujan deras yang berlangsung cukup lama dari pukul 20.00 Wita.

“Ada 12 titik kejadian, termasuk pohon tumbang, kerusakan Pura Beji, kalau longsor sekitar 6 titik,” ujar Murdika, saat dikonfirmasi Senin (2/11).

Baca Juga: Tinjau Longsor Pelaga Eco Park, Pemkab Badung dan Pemprov Bali Pacu Evakuasi Dua Korban Hilang

Dalam penanganan longsor, pihaknya menyebutkan, telah berkoordinasi dengan Dinas PUPR Badung untuk menerjunkan alat berat.

Hal ini lantaran ada satu jalan akses ke Desa Sulangai yang tertimbun tanah.

Bahkan sempat tertutup seluruh ruas yang menyebabkan tidak dapat dilalui.

Baca Juga: Longsor Di Pelaga, Dua Korban Hilang Diduga Hanyut ke Aliran Sungai

“Loadernya sudah bekerja, sempat terisolasi, dari penanganan sepeda motor tadi malam kan sudah bisa lewat sepeda motor,” ungkapnya.

Disinggung terkait adanya korban dari sejumlah titik kejadian tersebut, Murdika mengaku, tidak ada korban.

Namun dirinya mengakui jika listrik di desa tersebut sempat padam, lantaran tiang listrik dan kabelnya tertimpa longsor.

“Kalau korban tidak ada, hanya yang di Pelaga saja ada korban,” ucapnya.

Lebih lanjut dirinya menambahkan, saat ini sedang dilakukan asesmen untuk mengetahui kerugian dari bencana.

Terkait listrik yang padam, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan PLN untuk penanganan. (*)

Editor : Putu Resa Kertawedangga
petang sulangai longsor