BALIEXPRESS.ID - Pemkab Badung melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) kembali menggelar temu komunikasi organisasi kemasyarakatan (ormas).
Kegiatan ini di Desa Carangsari, Kecamatan Petang, Minggu (1/11) ini melibatkan 160 peserta dari berbagai latar belakang organisasi.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kerukunan dan keharmonisan di tengah masyarakat.
Baca Juga: Pemprov Bali Bangun JERO DUTA, Perkuat Tata Kelola Informasi Adminduk
Kepala Badan Kesbangpol Badung, Ida Bagus Putu Mas Arimbawa mengatakan, pertemuan tersebut menjadi wadah untuk menyamakan persepsi sekaligus membangun komitmen bersama dalam menjaga kondusivitas daerah.
Terlebih, Pemkab Badung saat ini tengah mendorong pengembangan pariwisata berkualitas.
Kondisi tersebut membutuhkan lingkungan sosial yang aman, harmonis, dan kondusif agar pembangunan pariwisata dapat berjalan dengan baik.
Baca Juga: Pemkab Jembrana Gelar Pelatihan Metode GASING, Dorong Peningkatan Numerasi Guru SD dan SMP
"Tujuannya untuk menyamakan persepsi bahwa pertama bertalian dengan pencegahan narkoba. Yang kedua untuk membina kerukunan, keharmonisan di masyarakat karena mereka ini adalah contoh-contoh pentolan-pentolan ormas," ujar Mas Arimbawa.
Pihaknya menyebutkan, meningkatnya heterogenitas masyarakat juga perlu diimbangi dengan kesadaran bersama untuk mencegah potensi konflik.
Pertemuan ini mengingatkan kembali setiap ormas memiliki hak sekaligus tanggung jawab untuk ikut menjaga persatuan dan menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis.
Baca Juga: Liriknya Relatable, Gerakannya Ikonis! Intip Keseruan Kolaborasi no na x Shopee 11.11 Big Sale
Mas Arimbawa juga menjelaskan, kegiatan temu komunikasi ormas merupakan agenda rutin yang diselenggarakan setiap tahun oleh Kesbangpol Badung.
Namun, tema yang diangkat disesuaikan dengan perkembangan dan tantangan sosial yang terjadi di masyarakat.
"Tahun ini tematiknya adalah membina kerukunan dan juga terkait dengan pencegahan narkoba. Kita membaca tren yang terjadi di masyarakat bahwa belakangan ini sering terjadi hal-hal kecil indikasi menuju disintegrasi bangsa. Itulah maka kita di Badung wajib membaca ini sebagai sebuah tantangan yang perlu kita sikapi," jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta juga mengikuti tes urine sebagai bagian dari upaya pencegahan narkoba.
Hasil pemeriksaan terhadap peserta yang hadir dinyatakan negatif.
Untuk itu, diharapkan hal tersebut dapat menjadi contoh bagi pengurus ormas lainnya untuk turut menjaga diri dari penyalahgunaan narkotika.
"Dan hari ini kan sudah tadi di tes juga tes urin. Bersyukur negatif semua. Nah ini kan contoh yang baik ini ke depannya," ungkapnya.
Lebih lanjut, dirinya juga berharap, keberadaan ormas dapat dipandang sebagai wadah masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial, bukan justru menjadi sumber perpecahan.
Pemkab Badung pun disebutkan, berupaya mendorong perubahan pola pandang masyarakat terhadap organisasi kemasyarakatan.
Upaya tersebut juga sejalan dengan rencana Pemkab Badung yang tengah menggodok Peraturan Daerah (Perda) tentang pemberdayaan ormas.
“Kami garis bawahi pemberdayaan ormas. Dari yang tidak tertib administrasi menjadi tertib administrasi. Dari yang belum kegiatannya maksimal, maksimal kegiatan untuk mendukung tujuan pemerintah,” paparnya. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga