Advertorial Bali Balinese Bisnis Features Hiburan Internasional Kesehatan Kolom Nasional Nusantara Politik Sportainment Wisata & Travel

Kenalkan Arsitek Sejak Dini, Popo Danes Bikin Architecture for Kids

I Putu Suyatra • 2019-07-08 20:25:38
Kenalkan Arsitek Sejak Dini, Popo Danes Bikin Architecture for Kids
Kenalkan Arsitek Sejak Dini, Popo Danes Bikin Architecture for Kids

BALI EXPRESS, DENPASAR - Sejak tahun 2002, Popo Danes memulai program yang diperuntukkan masyarakat luas, khususnya anak-anak, dengan judul Architecture for Kids atau arsitektur untuk anak-anak. Acara ini merupakan acara lokakarya arsitektur untuk anak-anak berumur 5-12 tahun. Tahun ini, tepat pada Sabtu (6/7) lalu merupakan ke-9 kalinya dilaksanakan acara tersebut di Danes Art Veranda, Jalan Hayam Wuruk, Denpasar.


Architecture for Kids ini diadakan saat liburan sekolah dalam rangka memperkenalkan arsitektur kepada anak-anak. Popo Danes mengadakan acara ini terinspirasi dari kreatifitas anak-anak, terutama dalam menggambar dan mengkreasi suatu benda. “Saya ingin memperkenalkan profesi arsitek sejak dini, sekaligus memberi kesempatan kepada mereka untuk mengetahui ketertarikan, dan bakat yang mereka miliki untuk dikembangkan ke depan. Apalagi dengan gencarnya industri kreatif sekarang ini,” jelas Popo.


Tak heran, acara yang tadinya hanya untuk 100 peserta, pada akhirnya dibuka untuk 120 peserta. Pasalnya sejak proses pendaftaran dibuka, dalam waktu 30 menit kuota peserta sudah terpenuhi.


Di acara ini, para peserta diajak secara menyenangkan, serta dibimbing mereka yang berprofesi sebagai arsitek di Popo Danes Architect. Selain itu, acara tersebut juga melibatkan desainer interior di Melati Danes Interior.


Selanjutnya para peserta dibagi di beberapa kelompok itu mengikuti dua sesi. Sesi pertama, mereka mendapatkan dasar arsitektur yang dikemas khusus untuk anak-anak, menggambar imajinasi dream holiday di atas kertas gambar, lalu perkenalan kantor arsitek beserta cara kerjanya.


Kedua, anak-anak diberikan kesempatan untuk mentransformasi ide-ide mereka dari bentuk dua dimensi ke bentuk tiga dimensi, atau proses pembuatan mockup. Di setiap akhir sesi tersebut, anak-anak diberi kesempatan untuk presentasi apa yang telah dibuat.


Ke depan, kegiatan seperti ini diharapkan dapat menjadi alternatif pengisi hari-hari liburan dengan pengetahuan baru serta kreatifitas, terutama dalam hal arsitektural yang mungkin masih jarang didapatkan anak-anak di kesehariannya. Selain itu, even ini diharapkan juga dapat membangun rasa percaya diri akan kemampuan kreativitas mereka selama mengikuti kegiatan tersebut dan seterusnya. (akd)

Editor : I Putu Suyatra
#denpasar