SINGARAJA, BALI EXPRESS – Pagi-pagi Ganes Dani berangkat sekolah. Ia tiba lebih awal dari biasanya. Setibanya di sekolah pukul 06.35 wita, Ganes bersiap untuk mengikuti upacara bendera. Tidak lama, upacara bendera usai dan Ganes, yang merupakan siswa kelas II di SDN 2 Sumberklampok masuk kelas. Ganes bersama teman-teman lainnya berdoa sebelum mengikuti pelajaran.
Di sisi lain, setumpuk nasi box tertata rapi di depan kelasnya. Tumpukan nasi box itu lengkap dengan susu dan air putih. Saat tiba waktunya, Ganes masuk barisan. Ia mengantri untuk mengambil jatah nasi box yang dibagikan. Setelah mendapat bagian, Ganes kembali ke kelas untuk makan.
“Biasanya bawa nasi kuning. Beli dari rumah. Sekarang tidak bawa, karena sudah dapat nasi,” ujarnya malu-malu, Senin (25/11) pagi.
Dengan mendapatkan jatah makan bergizi, para siswa dapat mengirit uang bekal. Seperti yang dikatakan I Putu Agus Ariasa. Jatah makan bergizi ini baru pertama kali ia dapatkan. Sebelumnya, Ariasa belum pernah merasakan sarapan. Saat di sekolah ia biasanya akan mengabiskan bekalnya pada istirahat pertama untuk membeli snack dan nasi di kantin sekolah saat jam istirahat pertama.
“Sekarang bekalnya masih. Belum dapat belanja. Kalau nanti terus dapat ya terus bisa irit,” kata dia.
Baca Juga: Siapkan Makan Bergizi Gratis, PKK Sumberklampok Rela Bangun Subuh
Pengakuan yang sama juga dikatakan Kadek Agus Saputra. Ia merasa senang mendapatkan jatah makan bergizi gratis. Sebelum berangkat sekolah Agus terkadang tidak sarapan, makai a harus membeli makanan di kantin sekolah.
“Kadang beli di kantin lagi. Kalau pas makan di rumah kurang puas, beli lagi di luar pas berangkat ke sekolah. Nanti di makan di sekolah saat istirahat,” ungkapnya.
Program makan gratis ini pun mendapat respon positif dari pihak sekolah. Kepala SDN 2 Sumberklampok, Ni Putu Sri Sumbawati mengatakan, program makan gratis ini dapat membantu meningkatkan konsentrasi siswa saat belajar. Sumbawati yang merupakan jebolan guru olahraga sangat memahami kondisi siswa yang mendapatkan sarapan dengan yang tidak sarapan.
“Yang makan, kondisinya bagus saat menerima pelajaran. Matanya fokus. Cemerlang. Kalau yang tidak, kondisinya lemas. Agak susah meyerap pelajaran. Saya guru olahraga dulu jadi saya mengetahui kebutuhan gizi siswa ketika belajar. Jadi saya sangat mendukung program ini,” kata dia.
Sementara itu, pemerintah terus melakukan evaluasi untuk mencari model penyediaan makan bergizi gratis. Simulasi pun akan terus dilakukan agar menemukan pola terbaik.
“Program ini bagus untuk memenuhi asupan gizi siswa. Kami akan terus lakukan evaluasi untuk mencari yang terbaik sebelum diterapkan dengan matang tahun 2025,” kata Penjabat Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya, saat meninjau simulasi makan bergizi gratis di SDN 2 Sumberklampok, SDN 1 Sumberklampok dan SMPN Satap 1 Sumberklampok. ***
Editor : Dian Suryantini