Advertorial Bali Balinese Bisnis Features Hiburan Internasional Kesehatan Kolom Nasional Nusantara Politik Sportainment Wisata & Travel

Pro dan Kontra Bandara Bali Utara dari Perspektif Siswa di Buleleng

Dian Suryantini • 2024-12-08 17:29:59

Debat ringan dengan pembahanan isu pembangunan bandara internasional Bali Utara bersama SMAN Bali Mandara dan SMKN 1 Sawan.
Debat ringan dengan pembahanan isu pembangunan bandara internasional Bali Utara bersama SMAN Bali Mandara dan SMKN 1 Sawan.

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Perdebatan mengenai Bandara Internasional Bali Utara di Buleleng terdengar sengit. Perdebatan ini menyoroti berbagai dampak dan juga keuntungan jika Bandara Internasional Bali Utara. Dari infrastruktur seperti jalan, dampak alam hingga hal-hal lainnya.

Debat sengit ini tidak dilakukan oleh akademisi, tokoh masyarakat ataupun tokoh politik. Atau tokoh-tokoh yang mendukung dan menolak adanya bandara. Debat ini dilakukan oleh para siswa SMA/SMK di Buleleng. Adu gagasan dan pendapat mengenai pembangunan bandara di Buleleng dilakukan di Pasar Intaran, Desa Bengkala, Kecamatan Kubutambahan dengan mempertemukan tim pro SMAN Bali Mandara dengan SMKN 1 Sawan, Minggu (8/12) pagi.

Selaku tim pro yang mendukung pembangunan Bandara Internasional Bali Utara, tim SMAN Bali Mandara memberi pandangan akan terbukanya lapangan pekerjaan yang baru. Masyarakat dapat menikmati dampak positif dari pembangunan bandara. Pemerataan ekonomi dan pariwisata juga akan seimbang antara Bali Selatan dan Bali Utara.

Di samping itu, dengan pembangunan bandara ini menunjukkan suatu kemajuan dari sebuah wilayah di Bali. Bandara yang nantinya akan dibangun dapat memecah persebaran wisatawan yang menumpuk di Bali Selatan.

“Banyak masyarakat Bali terutama pelaku UMKM akan menjadi orang-orang yang terdampak langsung dengan adanya bandara ini. Pemerataan ekonomi juga akan terjadi di Buleleng ini khususnya,” ujar Putu Rato Jinada selaku ketua tim pro debat SMAN Bali Mandara.

Sedangkan, tim kontra selaku tim yang banyak pertimbangan atas pembangunan bandara, memiliki pendapat lain. Pembangunan bandara akan mengakibatkan kerusakan alam yang lebih parah di wilayah Buleleng. Mereka juga kurang setuju bila lapangan pekerjaan akan timbul bila bandara itu dibangun. Seolah-olah tidak ada lapangan pekerjaan lain yang dapat dilakukan masyarakat tanpa adanya bandara.

“Cita-cita seseorang itu berbeda. Tidak harus semuanya tertampung di bandara. Jika bandara ada dan mereka mau melamar kerja disana apakah akan langsung diterima? Belum tentu! Kalau tidak diterima apakah akan terus tidak bekerja? Jalan keluarnya adalah tetap bekerja tapi di sektor lain selain bandara. Menciptakan usaha sendiri misalnya,” kata Kadek Dari Widya Ningsih, dari tim SMKN 1 Sawan.

Pemikiran-pemikiran kritis ini terlontar begitu cepat dan lancar. Dalam waktu singkat para siswa ini berpikir logis dan menyampaikan tanggapan-tanggapan yang mendalam didukung oleh data-data yang mereka gali.

Perdebatan ini menjadi salah satu gambaran, bahwa isu bandara ini tidak hanya menjadi perhatian kalangan atas. Siswa di Bali pun turut memperhatikan meski mereka tidak terlibat secara langsung dalam menyuarakan isu pembangunan bandara di Buleleng. Terlepas dari pro dan kontra hasil pemikiran gen z ini, pembangunan bandara tentunya akan menimbulkan dampak positif maupun negatif.

“Kedua hal itu pasti ada. Tapi kita tidak bisa menerka-nerka apa positifnya dan apa negatifnya, karena fisik bandaranya pun belum ada. Jadi pemikiran-pemikiran anak-anak ini juga perlu didengar dan dipertimbangkan dalam pembangunan bandara nantinya,” ujar Putu Sanci, salah satu pengunjung Pasar Intaran di Desa Bengkala. (dhi)

Editor : Dian Suryantini
#sman bali mandara #smkn 1 sawan #siswa #bandara #debat #Pro dan Kontra