BALIEXPRESS.ID – Insiden mengejutkan terjadi di kawasan Ex Hardys, Nusa Dua, Selasa (21/1) sekitar pukul 06.30 WITA.
Sebuah mobil Daihatsu Xenia putih bernomor polisi DK 1097 UV dilaporkan terbakar hebat.
Polisi mencurigai kebakaran ini dipicu oleh keberadaan 11 jerigen berisi bahan bakar minyak (BBM) di dalam mobil tersebut.
"Ya, kabar yang beredar, mobil itu milik pemain minyak. Karena mengangkut BBM ilegal. Selain itu, sang sopir melarikan diri pasca mengetahui terjadinya kebakaran itu," ungkap seorang sumber yang tak ingin disebutkan namanya.
Menurut warga setempat, mobil tersebut baru saja selesai mengisi BBM di salah satu SPBU di Nusa Dua.
Warga yang menyaksikan kejadian tersebut menduga api mulai membesar dari area penyimpanan jerigen berisi BBM.
Sumber api kemungkinan berasal dari korsleting listrik kendaraan, meskipun analisis pasti masih menunggu hasil penyelidikan polisi.
"Ya, ini analisa kami sebagai warga. Biarlah polisi yang akan mendalami," tambah sumber tersebut.
Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi, menyampaikan bahwa penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui.
Sopir kendaraan yang kabur dari lokasi menjadi salah satu kendala dalam pengungkapan kasus ini.
"Api dengan cepat melahap kendaraan, sehingga sulit untuk memastikan titik awal kebakaran. Mobil tersebut hangus terbakar secara keseluruhan," ujar Sukadi.
Dengan bantuan empat unit mobil pemadam kebakaran, kobaran api berhasil dijinakkan. Namun, kendaraan tidak dapat diselamatkan akibat kerusakan parah.
Hasil pemeriksaan di lokasi menemukan 11 jerigen yang diduga berisi BBM.
Keberadaan jerigen ini memperkuat dugaan bahwa mobil tersebut digunakan untuk mengangkut bahan bakar secara ilegal.
"Pengangkutan bahan bakar dalam wadah tidak standar sangat berbahaya dan dapat memicu kebakaran besar. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan hal serupa," tegas Sukadi.
Selain membahayakan keselamatan, pengangkutan BBM tanpa izin juga melanggar hukum dan dapat dikenai sanksi sesuai peraturan yang berlaku. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
Hingga kini, sopir kendaraan tersebut masih dalam proses pencarian oleh pihak kepolisian.
Penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap motif di balik insiden ini.
"Kami masih mencari dan melakukan pengejaran terhadap sopir mobil ini," pungkas Sukadi.
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk mematuhi aturan terkait pengangkutan bahan berbahaya guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang. (*)
Editor : Nyoman Suarna