Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ketua Karang Taruna Gianyar Peringatkan Ancaman Sosial terhadap Buruh Lokal

I Dewa Gede Rastana • Jumat, 2 Mei 2025 | 14:57 WIB
Ketua Karang Taruna Kabupaten Gianyar, I Komang Adi Sudarta, S.P.
Ketua Karang Taruna Kabupaten Gianyar, I Komang Adi Sudarta, S.P.

BALIEXPRESS.ID - Momentum Hari Buruh Internasional yang diperingati setiap 1 Mei dimanfaatkan Ketua Karang Taruna Kabupaten Gianyar, I Komang Adi Sudarta, S.P., untuk menyuarakan keprihatinannya terhadap kondisi para pekerja lokal.

Menurutnya, sebagian besar buruh di Gianyar masih berada dalam posisi rawan, terutama mereka yang bekerja di sektor informal, jasa, dan sistem kerja tidak tetap.

“Banyak buruh di Gianyar yang masih bergantung pada kerja harian, kontrak jangka pendek, maupun skema outsourcing. Saat terjadi penurunan aktivitas usaha, mereka langsung kehilangan mata pencaharian. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini berpotensi menjerumuskan mereka ke dalam kategori Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS),” kata Adi Sudarta, yang akrab disapa Mangadi.

Ia menyebutkan bahwa sektor pariwisata, UMKM, hingga layanan publik menjadi ladang subur praktik kerja outsourcing. Bahkan, kata dia, perusahaan besar seperti perbankan dan provider telekomunikasi pun menerapkan skema serupa, terutama untuk tenaga keamanan, kebersihan, hingga staf administrasi.

“Masalahnya, pekerja ini menjalankan tugas seperti karyawan tetap, tetapi tanpa kepastian status, perlindungan sosial, maupun jaminan ketenagakerjaan. Begitu terjadi krisis, mereka yang paling dulu dikorbankan,” ungkap Mangadi.

Lebih jauh, ia juga menyoroti maraknya sistem perekrutan tenaga kerja dengan skema pelatihan atau masa percobaan yang tidak transparan. Ia menilai, model ini seringkali disalahgunakan oleh pihak pemberi kerja.

“Banyak yang direkrut untuk masa training selama beberapa bulan, tetapi tidak diberikan kontrak kerja. Setelah itu, mereka diberhentikan sepihak dengan alasan tidak sesuai. Ini memperlemah posisi pekerja secara struktural,” tegasnya.

Mangadi menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar buruh lokal berada dalam kondisi rentan secara sosial dan ekonomi. “Hari ini mereka mungkin masih bekerja, tetapi tanpa jaminan. Begitu kehilangan pekerjaan, mereka berisiko jatuh miskin dan menjadi kelompok rentan,” ujarnya.

Untuk itu, ia mendorong Pemerintah Kabupaten Gianyar dan seluruh pemangku kepentingan di sektor ketenagakerjaan agar mengambil langkah strategis dan berkelanjutan. Beberapa hal yang menjadi sorotan antara lain peningkatan pelatihan keterampilan kerja berbasis digital, dukungan konkret terhadap UMKM, serta pengawasan lebih ketat terhadap praktik outsourcing yang menyimpang.

Baca Juga: Misteri Akta Lahir Anak Lisa Mariana Terungkap di TV: Awalnya Atas Nama Ajudannya Inisial R

Sebagai organisasi kepemudaan, Karang Taruna Gianyar siap mengambil peran aktif dalam menjembatani komunikasi antara buruh muda, pemerintah daerah, dan dunia usaha.

“Jika persoalan ini tidak direspon secara serius, maka kita hanya akan menciptakan generasi baru dari lingkaran kemiskinan. Hari Buruh bukan sekadar peringatan, tapi harus menjadi momentum perubahan nyata,” tutup Mangadi. (*) 

Editor : I Dewa Gede Rastana
#karang taruna #hari buruh #gianyar #ancaman #sosial