BALIEXPRESS.ID – Patung ikan mola-mola yang berdiri di kawasan Sampalan, Desa Batununggul, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, kini menjadi sorotan. Pasalnya, kondisi patung ikonik tersebut tampak rusak pada sejumlah bagian.
Camat Nusa Penida, Kadek Yoga Kusuma, saat dikonfirmasi Rabu (27/8/2025), tidak menampik hal itu. Menurutnya, kerusakan terjadi karena material ornamen yang menempel pada patung lepas akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut beberapa waktu lalu.
“Patung mola-mola itu ornamen batu batanya lepas. Itu bukan beton penyangga, melainkan tempelan bata. Saat hujan deras, beberapa bagian rontok,” jelasnya.
Ia menegaskan, pihak kecamatan sudah menyampaikan kondisi ini ke pemerintah kabupaten agar segera dilakukan perbaikan. “Kami sudah sampaikan ke Bappeda, tapi memang perbaikannya belum menjadi prioritas anggaran,” tambahnya.
Patung mola-mola tersebut selama ini menjadi salah satu ikon kawasan Sampalan dan daya tarik wisatawan yang berkunjung ke Nusa Penida.
Patung tersebut masuk dalam
proyek Belanja Modal Gedung dan Bangunan - Belanja Modal Taman - Penataan Taman Kota yang kontraknya dimulai 10 Agustus 2023 dan rampung pada 8 Desember 2023 atau 120 hari kalender.
Proyek itu dikerjakan oleh CV. Nusa Tirta dengan konsultan CV. Naturla Desain dengan nilai kontrak Rp1, 3 Miliar lebih. Proyek penataan taman itu juga meliputi pembangunan patung ikan Mola-mola serta patung Catur Muka.
Pengerjaan proyek itu sempat molor dari target dan sempat menjadi sorotan lantaran ukuran patung yang dinilai kecil dan tidak proporsional antara patung ikannya dengan tugu penyangganya. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana