BALI EXPRESS, DENPASAR - Sajian garapan kolosal musik kolaborasi Pramusti Bali berjudul ‘Harmoni Gita Nusantara’ memeriahkan pembukaan Bali Mahalango IV di Panggung Terbuka Ardha Candra Taman Budaya Bali, Minggu malam (9/7). Meski program tahunan Pesta Kesenian Bali (PKB) baru saja usai, namun masyarakat belum bosan menikmati pagelaran seni yang disediakan. Buktinya, ribuan penonton padati tribun Panggung Terbuka Ardha Candra.
Bali Mandara Mahalango IV sebagai lanjutan dari program tahunan PKB, juga sebagai salah satu program unggulan dari pemerintah provinsi Bali khususnya bidang kebudayaan yang dimaknai sebagai dinamika kebudayaan menuju kesejahteraan, kemajuan, dan keagungan peradaban Bali.
“Kepemimpinan saya masih tinggal tahun depan. Saya memberikan ruang seluas-luasnya kepada seniman untuk mengembangkan kreativitas dan inovasi. Akan ada satu kali lagi tahun depan, Bali Mandara Mahalango yang dilanjutkan dengan Bali Mandara Nawanatya sepanjang tahun,” ungkap Gubernur Bali Made Mangku Pastika.
Gubernur Pastika berharap, seni dan budaya sebagai jalan hidup hendaknya menjadi penghidupan bagi masyarakat Bali. Seperti katanya, hidup bukan hanya untuk seni, tetapi seni juga untuk hidup.
“Kita tidak punya emas, minyak, batu bara. Kita punya manusia Bali yang berkebudayan dan kreativitas tinggi dalam kesenian. Bahkan Presiden mengatakan, satu-satunya provinsi di Indonesia yang bisa meyejahterakan rakyatnya dengan tidak menggali SDA adalah Bali. Potensi ini harus terus dikembangkan. Tentu saja yang pertama ini harus dapat apresiasi dari kita semua,” imbuhnya.
Ada sedikit perbedaan antara PKB dengan Bali Mandara Mahalango. PKB menyajikan kesenian klasik hampir 60 persen, sementara kesenian populer dan kontemporer masing-masing 20 persen, sedangkan Bali Mandara Mahalango memberikan kesempatan kesenian populer 60 persen, dan kesenian klasik dan kotemporer masing - masing 20 persen.
Ajang Bali Mandara Mahalango yang hingga tahun ini memasuki pelaksanaan keempat diharapkan sebagai peletakan dasar untuk selanjutnya bisa diteruskan menjadi wadah penggalian kreativitas dan inovasi daripada seniman dan budayawan. “Saya sembilan tahun sudah jadi Gubernur Bali, mudah-mudahan dasarnya sudah bisa kita letakkan. Untuk menuju Bali yang Agung, kita perlu kerja keras bersama,” imbuhnya.
Apalagi Gubernur Pastika mengatakan, pariwisata Bali kini mulai menunjukkan nkualitasnya, dilihat dari kedatangan orang-orang penting dunia untuk menikmati keindahan Bali selama berada di Pulau Dewata. Seniman pun diharapkan ambil bagian dalam momentum ini. “Pariwisata kita sekarang mulai kelihatan kualitasnya. Kedatangan tamu-tamu terhormat, seperti Raja Salman, Presiden Barack Obama, Perdana Menteri Malaysia, serta selebriti dunia lainnya. Apalagi tahun depan jadi tempat acara tahunan IMF dan Bank Dunia, saya harapkan seniman harus mengambil kontribusi dan partisipasi sebesar-besarnya,” tambahnya.
Pembukaan Bali Mandara Mahalango IV ditandai dengan pencabutan kayonan oleh Gubernu Pastika diiringi pemukulan kendang lanang wadon oleh Wagub Bali dan pimpinan DPRD Bali. Meski gerimis menyertai, tidak mematahkan semangat masyarakat menonton sajian garapan kolosal musik kolaborasi Pramusti Bali berjudul ‘Harmoni Gita Nusantara’.
Ketua Persatuan artis Musisi, Pencipta lagu dan Insan seni (Pramusti) Bali IGN “Rahman” Murthana mengatakan menggarap sebuah kolaborasi musik dengan mengusung tema yang sangat relevan digaungkan saat ini yaitu momentum semangat nasionalisme kebhinekaan.
“Selain memanfaatkan momentum nasionalisme, garapan ini juga sekaligus mengapresiasi terhadap sesepuh musisi Bali, almarhum IGP Wedhasmara. Beliau adalah musisi pencipta lagu yang sudah menasional. Untuk mengapresiasi beliau maka kami akan bawakan lagu –lagu ciptaanya,” ungkapnya.
Menurut Rahman, garapan ini dibagi menjadi beberapa segmen atau sesi pentas. Setiap pengantar dibagi beberapa segmen dengan menampilkan lawakan Bali yang menyampaikan narasi pentas. “Kita hadirkan pelawak-pelawak senior seperti Dabdab, Perak, Cedil serta kelompok Topeng Tugek, Carangsari, Badung, dengan harapan gaung pembukaan menghadirkan para pelawak senior tersebut mampu menggetarkan panggung nantinya,” harapnya.
Sejumlah pengisi acara yang dilibatkan diantaranya Sanggar Palawara, Cahya Art, drum percusioan , musisi yang tampil adalah Joni Agung & Double T feat Genjek Masekepung dan pramusti Bali all artis.
Editor : I Putu Suyatra