Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Terinspirasi Jokowi, Wayang Joblar Angkat Tualen Jadi Raja

I Putu Suyatra • Kamis, 13 Juli 2017 | 18:03 WIB
Photo
Photo



BALI EXPRESS, DENPASAR - Jaman boleh maju, media televisi, youtube dan media sosial begitu merebak. Tetapi ‘asal usul’ media televisi dan youtube tetap saja punya penggemar tersendiri. ‘Asal-usul’ media televisi dan Youtube itu tak lain adalah pentas Wayang Kulit.


Hal inilah yang ditunjukkan Sanggar Lingga Acala Desa Tumbakbayuh, Mengwi, Badung, yang menampilkan Wayang Kulit Joblar ABG di Panggung Madya Mandala, Ksirarnawa, Taman Budaya, Denpasar, Selasa malam (11/7). Ratusan penonton Wayang Kulit Joblar ABG tampak duduk menyebar di depan panggung Madya Mandala. Sebagian duduk di kursi depan panggung. Sebagian lagi memilih duduk di depan Ardha Candra hingga memenuhi tangga kedua sisi masuk ke panggung terbesar di Art Center ini.  Ada juga yang duduk atau berdiri menyebar di sisi selatan dan utara panggung.


Wayang Kulit Joblar ABG pada acara Bali Mandara Mahalango itu mementaskan lakon ‘Tualen Jadi Raja’. “Alasan saya yang utama adalah realitas Jokowi (Presiden Joko Widodo ) jadi presiden. Kedua, realita di Bali seperti ini banyak,” tutur dalang Wayang Kulit Joblar ABG, I Ketut Muada, M.Sn. Hal itu menurut Muada, alasan lainnya, karena saat ini banyak anak pedesaan yang ulet dan kerja keras dapat mencapai seperti itu  bila dia mau. Itu dapat berfungsi di bidang politik dan bidang-bidang lainnya,


Pada lakon ‘Tualen Jadi Raja’ ini mengisahkan setelah Sri Rama menang dalam peperangan  melawan Raja Alengka (Rahwana), Rama, Sinta, Laksamana dan pasukan kera pun kembali ke Negara Ayodya. Sri Rama diangkat menjadi raja, namun sebelumnya Sri Rama melakukan pembersihan diri ke tempat air suci di tengah hutan. Kekosongan  kerajaan Ayodya ini dititipkan pada punakawan Tualen.


Keberangkatan  Sri Rama dan keluarga Ayodya terkecuali Dewi Sinta yang tidak ikut dikarenakan hamil muda yang membuat gelisah punakawan Tualen. Pada suatu malam ketika beberapa penjaga puri sedang tidur, punakawan Tualen akhirnya meninggalkan kerajaan Ayodya. Perjalanannya menuju sebuah hutan yang sangat lebat dan sangat angker. Di hutan tersebut Tualen bertemu dengan raksasa yang sangat besar dan menakutkan.


Menurut dalang pentas Wayang Kulit dari Tambakbayu, Mengwi, Muada berharap apa yang pemerintah sudah laksanakan ini (di bidang seni-budaya) dapat diteruskan sesuai aspirasi masyarakat Bali sendiri. “Dan, pemimpinnya pun harus berkualitas,” terang Muada. 

Editor : I Putu Suyatra
#covid19 #bali #gratis #pandemi #satgascovid19 #ingatpesanibu #denpasar