Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Uniknya Pura Hindu di Bali: Pura Kanda Pat Sari, Sembahyang Boleh Menghadap ke Segala Arah

I Putu Suyatra • Selasa, 18 Juli 2017 | 19:15 WIB
Photo
Photo

BALI EXPRESS, DENPASAR - Pura Kanda Pat Sari berada di kawasan Banjar Pondok, Desa Peguyangan, Danpasar, Bali.

Salah satu yang menarik di pura umat Hindu di Bali ini adalah, dalam satu pura terdapat tiga kali piodalan yang berbeda-beda.

Khusus untuk piodalan di Peratengan yang jumlahnya empat dilaksanakan setiap Anggara Kliwon pertama setelah pelaksanaan Hari Suci Nyepi.

Dilanjutkan pada Tilem pertama setelah pelaksanaan Hari Suci Nyepi piodalan di Tetamanan Catur.

“Yang terakhir adalah pada Purnama Kadasa, yakni piodalan di pura secara keseluruhan.  Dan, yang paling penting tidak ada dalam Tri Wara Pasah, kalau Pasah berarti diundur sehari,” kata Pemangku Pura Ratu Biang Mangku Kanda Pat yang diwawancarai Bali Express (Jawa Pos Group), Senin (17/7).

Biang Mangku menambahkan, sebagai pura Pangider Dewata Nawa Sanga, Pura Luhur Catur Kanda Pat Sari tergolong pura yang besar.

Selain itu, konsep yang digunakan oleh pura ini sangat jarang, khususnya tata letak bangunan pura yang mengelilingi satu poros di tengah-tengah.

Hal ini tentu membuat pamedek yang hendak bersembahyang harus berkeliling untuk melakukan pemujaan di Tetamanan Catur.

“Sesuai konsep arah luan dan teben di Bali, ada Utara dan Timur sebagai luan, sedangkan Barat dan Selatan sebagai teben, tapi di pura ini kita dapat bersembahyang menghadap kemana saja, karena  palinggihnya sesuai dengan arah mata angin,” tutupnya. 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #kanda pat sari #hindu #denpasar #pura