Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Cerita Unik Umat Hindu di Bali: Mau Pindahkan Pura Prajapati di Pemedal Pura Dalem, 11 Warga Meninggal

I Putu Suyatra • Selasa, 25 Juli 2017 | 19:56 WIB
Photo
Photo

BALI EXPRESS, TABANAN- Pura Prajapati di Desa Pakraman Sai, kecamatan Pupuan, Tabanan, Bali, ini memang terbilang unik.

Sebab, posisinya sangat berbeda dengan Pura Prajapati umat Hindu pada umumnya di Bali. 

Jika di tempat lain di Bali posisinya di hulu setra, Pura Prajapati di Desa Pakraman Sai ini justru berada di Pemedal Pura Dalem setempat. 

 

Menilik posisi Pura Prajapati tersebut, memang belum diketahui pasti sejarahnya.

Terlebih tidak ada warga yang tahu pasti, bagaimana awal mula dibangunnya Pura Prajapati tersebut di posisinya saat ini.

Bendesa Adat Desa Pakraman Sai, I Nengah Ginawa menuturkan, bahwa Pura Prajapati terletak tepat disebelah kiri pintu masuk ke Pura Dalem Desa Pakraman Sai.

“Yang kami tahu, sejak dulu posisinya memang di sana. Tetua kami pun tidak ada yang tahu pasti bagaimana awal mulanya,” ujarnya.

Lebih lanjut dia menuturkan, pihak adat sekitar tahun 2014 lalu sempat ingin memindahkan posisi Pura Prajapati ke dekat setra, titik lokasi yang biasanya ditemukan di desa-desa lainnya di Bali.

Namun pihaknya malah mengalami suatu hal yang cukup mengejutkan, sehingga membuat rencana itu urung di lakukan.

“Awalnya rencana pemindahan Pura Prajapati itu kami musyawarahkan dengan krama, dan disetujui oleh krama banjar. Namun selama proses perencanaan, mulai ada peristiwa yang aneh,” imbuhnya.

Peristiwa tersebut, seperti musibah berentetan yang dialami satu per satu krama Desa Pakraman Sai.

Seperti adanya krama yang meninggal karena ulah pati, salah pati dan lainnya.

Total disebutkan ada 11 orang krama yang meninggal dunia selama proses perencanaan pembangunan Prajapati tersebut.

 “Waktu itu kami sudah ngeruak, dan membeli material, serta peralatan untuk membangun. Namun karena peristiwa tersebut, kami memutuskan untuk meminta petunjuk kepada orang suci, dan ternyata Ida Bhatara tidak mengkehendaki jika Pura Prajapati dipindahkan,” papar Ginawa.

Atas petunjuk tersebut, pihaknya kembali membicarakan mengenai rencana pemindahan dan pembangunan Pura Prajapati.

Hingga akhirnya diputuskan untuk membiarkan Pura Prajapati tersebut berdiri di tempat semula.

Dijelaskan, Pura Prajapati tersebut kini diempon sekitar 400 KK (kepala keluarga) di Banjar Adat Sai, Yeh Tua, Yeh Bus Bus, dan Gambuk, yang keempatnya tergabung dalam Desa Pakraman Sai.

Pujawali di Pura Prajapati dan Pura Dalem Desa Pakraman Sai jatuh setiap Anggara Kasih Tambir.

Sesuai dengan fungsi Pura Prajapati pada umumnya, yakni menstanakan roh yang masih berstatus Preta (menurut Yama Purana Tattwa).

Oleh krama di Desa Pakraman Sai, Pura Prajapati juga difugsikan untuk matur piuning, ketika ada krama yang meninggal, dan hendak dikubur di setra setempat. (*) 

 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #setra #hindu #pura #Prajapati #tabanan