Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Guru Mangku Hipno: Jangan Hanya Melihat Bencana dari Sisi Negatif

I Putu Suyatra • Kamis, 28 September 2017 | 21:49 WIB
Guru Mangku Hipno: Jangan Hanya Melihat Bencana dari Sisi Negatif
Guru Mangku Hipno: Jangan Hanya Melihat Bencana dari Sisi Negatif

BALI EXPRESS, DENPASAR - Meningkatnya aktivitas Gunung Agung yang sudah mencapai level IV (Awas) menyebabkan sebagian besar masyarakat Karangasem mengungsi. Hidup di pengungsian tentunya tak seenak hidup di rumah sendiri. Namun demikian, para pengungsi tetap didorong untuk memiliki semangat dalam melanjutkan hidup dan kehidupannya. Dengan demikian, jangan sampai para pengungsi menjadi putus asa dan melakukan hal yang negatif, melainkan sebisanya untuk tetap berpikir positif demi masa depan yang lebih baik.


Hal itu disampaikan pakar hipnoterapi, Ketut Gede Suatma Yasa, SH., M. Ag., alias Guru Mangku Hipno (GMH), Kamis (28/9). Dikatakannya, adalah manusiawi para warga pengungsian merasakan ketakutan hingga kejenuhan. Namun, sebagai masyarakat yang beragama, harus tetap berdoa dan berusaha melakukan yang terbaik. "Wajar jika saudara-saudara kita merasa cemas dan jenuh di pengungsian, namun jangan lupa, Tuhan dan Ida sasuhuunan tahu yang terbaik untuk kita. Apalagi di dekat Gunung Agung ada Pura Besakih yang menjadi linggam para dewata. Marilah tetap berdoa dan berusaha berpikiran positif," ungkapnya.


Pemilik Brahmakunta Center tersebut mengajak para pengungsi untuk tetap sabar, tabah, dan tawakal. Pasalnya ini adalah sebuah siklus alam yang terus berputar seiring waktu dan zaman. Yang terpenting, masyarakat menguatkan mental dan menyiapkan fisik untuk menghadapi berbagai kemungkinan. "Ibarat bayi dalam kandungan, tentunya harus dilahirkan. Demikian pula Gunung Agung ini. Jadi kita sebagai bagian dari alam tentunya tidak hisa menghentikannya, namun hanya mampu bersiap menghadapi berbagai kemungkinan dan tetap berdoa, jikapun harus meletus, agar dampaknya tak terlalu signifikan," ujarnya.


Apalagi, lanjut mahasiswa Program Doktor Ilmu Agama IHDN Denpasar tersebut, Gunung Agung sangat disucikan oleh masyarakat Bali, khususnya umat Hindu. Berbagai upacara ritual juga kerap dilaksanakan untuk memelihara gunung tertinggi di Bali tersebut. Oleh karena itu, Tuhan dan leluhur tidak mungkin memberikan hukuman, melainkan ada hikmah yang tersimpan di dalamnya. "Hendaknya kita tidak selalu menilai sesuatu dari sudut negatif dan prediksi-prediksi buruk, melainkan tetap mempertimbangkan sisi positifnya. Contohnya di saat seperti ini dunia menjadi tahu bahwa rasa kebersamaan dan kekeluargaan orang Bali itu sangat kuat," terangnya.


Berkenaan dengan hal itu, Guru Mangku Hipno mengajak para pengungsi untuk membesarkan hati dan menguatkan mental serta fisik dalam menghadapi bencana ini. Demikian pula masyarakat yang tak terdampak bencana, diharapkan senantiasa bahu-membahu membantu saudara-saudara pengungsi. "Bagi saudara-saudara yang mengungsi, tetap semangat. Yakinkanlah diri, meski saya berada di pengungsian, saya akan tetap semangat untuk melanjutkan hidup dan kehidupan," tegasnya.


Mengenai kekhawatiran terhadap harta benda, jika memang masih bisa diselamatkan, tentunya kata dia, silahkan diselamatkan. Namun jika tak bisa, jangan dipaksakan, daripada membahayakan diri. "Ingatlah, semua ini adalah milik-Nya. Cara yang paling aman, adalah meyakini kemahakuasaannya dan memohon kepada-Nya agar tetap menjaga sesuatu yang berharga yang kita punya. Kalau kemudian di tangan-Nya semuanya hancur, apalagi di tangan kita, manusia. Ini hanyalah soal waktu," terangnya.


Adakah prediksi mengenai waktu meletus Gunung Agung? Ditanya begitu, pakar metafisika tersebut kembali menegaskan, semuanya tergantung pada kehendak-Nya. Sebagai manusia, kata dia, kita hanya mampu melakukan persiapan sebaik-baiknya. Segala prediksi sah-sah saja, baik dari segi ilmu sains dan yang lainnya. Namun sebagai masyarakat yang religius, manusia hendaknya menyerahkan semuanya kepada Tuhan."Tapi guru yakin, Tuhan dan Ida sasuhunan akan tetap melindungi umatnya. Yang terpenting kita tetap yakin, berdoa, dan berusaha," terangnya.


Guna memberikan semangat secara langsung, Guru Mangku asal Buleleng ini berencana akan mengunjungi pengungsi yang tinggal di sekitar SDN 2 Pesaban, Rendang, Karangasem, Minggu (1/10) pukul 10.00. "Bagi saudara-saudara yang ingin merileksasi diri dengan hipnoterapi, guru persilakan untuk datang. Demikian pula para relawan. Mari kita sama-sama menghibur saudara-saudara kita," ajaknya. 

Editor : I Putu Suyatra
#bencana #denpasar