Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Hanya Berlindung di Jalan Dharma, Orang Tak akan Saling Menyalahkan

I Putu Suyatra • Kamis, 4 Januari 2018 | 15:05 WIB
Hanya Berlindung di Jalan Dharma, Orang Tak akan Saling Menyalahkan
Hanya Berlindung di Jalan Dharma, Orang Tak akan Saling Menyalahkan

BALI EXPRESS, DENPASAR - Sayang, hingga kini kehidupan spiritual masih dalam penampakan buram di dalam kesadaran orang kebanyakan. Mereka masih membaurkan pengertian spiritual dengan ‘ngelmu’ (belajar kanuragan), bahkan juga dengan hal-hal keagamaan.


Rasa Acharya Prabhuraja Darmayasa menegaskan, jika spiritual memang adalah yang adhyātma, yaitu mengarah ke dalam diri sejati lalu memancar keluar dalam bentuk cinta kasih sejati, maka ia merupakan solusi terbaik. Dan, hampir seluruh ajaran Veda mengarah pada spiritual yang adhyātma.



“Orang yang menyukai kegelapan, tinggal lama di goa gelap gulita, begitu ada sinar lampu atau matahari dating, maka mereka akan menyalahkan sinar penerang tersebut. Demikian, orang masih suka berlindung pada kegelapan, avidyā (ketidakberadaan pengetahuan murni), maka mereka akan selalu menyalahkan orang yang justru berada di jalan dharma,” terang pendiri Ashram Paramadhama Padanggalak, Denpasar ini kepada Bali Express (Jawa Pos Group) akhir pekan kemarin.



Ditambahkannya, mereka akan sangat patuh berlindung bukan pada dosa-dosa (pāpam evāśrayet). Sedangkan orang-orang yang berada pada penerangan kitab suci Veda, akan berlindung pada Dharma (dharmam evāśrayet), demi kemuliaan hidup lahir batin, sakala dan niskala.



Umat Hindu Dharma, lanjutnya, mengetahui sepenuhnya bahwa banyak cara yang dianjurkan oleh pustaka-pustaka suci Veda untuk dapat hidup dengan baik, damai, berkecukupan lahir batin dalam hidup di dunia ini. Orang tidak perlu harus menempuh jalan tidak baik atau berlindung pada ‘jaringan’ dosa-dosa demi hidup  yang tenang damai di dunia ini.


“Perlindungan pada Dharma merupakan pelindungan yang sangat indah dan pasti untuk memperoleh segala kemuliaan hidup di dunia ini. Ketika orang berlindung pada dharma, maka dharma itu sendiri yang akan melindungan mereka. Dharma melindungi orang yang berlindung padanya. Dharmam rakṣati rakṣitah, yakni Dharma atau kebajikan melindungi orang yang berlindung pada kebajikan dharma, ” terangnya.



Hanya dengan berlindung pada jalan terang Dharma saja, lanjutnya, orang tidak akan saling menyalahkan, melainkan saling bersatu bahu membahu maju bersama demi kemuliaan bersama.



“Dapat kita katakan tidak ada yang salah dengan manusia, melainkan alpa. Manusia alpa bahwa Tuhan memberikan badan manusia ada maksud dan tujuan sangat jelas. Tuhan memberikan badan manusia demi menjadi manusia. Segala perlengkapan badan manusia diisi dengan yang seharusnya menjadikannya manusia. Tuhan tidak memberikan taring tajam pada manusia agar manusia tidak keluar dari manusianya,” pungkasnya. Bila manusia terus berselisih dengan agamanya, apa yang terjadi? Baca seri berikutnya.  

Editor : I Putu Suyatra