BALI EXPRESS, SINGARAJA - Badannya kurus. Tatapanya lemah dan wajahnya pucat pasi. Itulah kondisi yang kini dialami Made Ngurah Sadika, 54 alias Susik. Pelawak yang beken dengan nama Susik Bondres kini berjibaku melawan penyakit gula (dibaetes, Red) yang dialami sejak 5 tahun lalu. Parahnya, sakit diabetes yang dideritanya kini sudah mengarah komplikasi. Praktis Susik tak mampu lagi ngebondres menghibur dengan banyolan khas Buleleng.
Ketika koran ini bertandang ke rumahnya Kamis (1/3) siang di jalan Kresna V, Nomor 5, Kelurahan Kendran, Singaraja, Susik sedang duduk di ruang tamu. Saat itu ia didampingi sang istri Luh Reni. Dengan telaten Luh Reni mengelap tubuh Susik yang kian mengurus akibat sejumlah penyakit komplikasi yang menggerogoti tubuhnya.
Wajah yang biasa penuh keceriaan saat menghibur kini hanya terlihat merintih kesakitan. Rintihan kesakitan dengan suara lemah pun sesekali terlontar dari mimik manisnya. Ya, mimik yang selama ini biasanya menghibur lewat jargon opake jak memek (dimarahi Ibu, Red) dengan centil ketika pentas itu hanya bisa mengerang kesakitan di tempat duduknya.
Tangannya sesekali meraba punggung dan pinggangnya yang dirasanya sakit. Bahkan karena capek duduk, beberapa kali Susik juga mencoba berdiri sejenak. Setelah itu duduk kembali. Meski tak banyak bicara, namun gerak-geriknya itu menunjukkan rasa sakit yang sulit diungkapkan.
“Bangkiang tiange sakit, tundun tiange sakit. Kenyel negak, aduuh..aduuhh..sakit gati (Pingang saya sakit, punggung saya sakit. Capek duduk, aduh..aduh sakit sekali),” keluh Susik yang kini masih menjabat sebagai Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah, dengan suara lirih.
Menurut Luh Reni, sejatinya suaminya itu menderita penyakit Diabetes sejak 5 tahun silam. Namun, Susik masih tetap ngantor di salah satu intansi di Pemkab Buleleng. Bahkan tak jarang dirinya masih mampu memenuhi undangan untuk ngebondres bersama grup bernama Susik Bondres. Meskipun harus tertatih.
Rupanya penyakit diabetes yang dideritanya itu membuat penyakit lain ikut bermunculan (komplikasi, Red). Seperti kencing batu, jantung dan gagal ginjal. Praktis, Susik harus mengurangi aktifitasnya baik sebagai PNS maupun seniman bondres.
Editor : I Putu Suyatra