Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Dalam Tantra, Wanita Haid Justru Ditunjuk Pimpin Ritual, Ini Alasannya

I Putu Suyatra • Sabtu, 10 Maret 2018 | 16:03 WIB
Dalam Tantra, Wanita Haid Justru Ditunjuk Pimpin Ritual, Ini Alasannya
Dalam Tantra, Wanita Haid Justru Ditunjuk Pimpin Ritual, Ini Alasannya

BALI EXPRESS, DENPASAR - Ajaran tantra sebenarnya sudah ada sejak dulu pada Masyarakat Hindu di Bali.

Tapi tidak banyak yang tahu. Apalagi konon Tantra identik dengan ajaran ilmu hitam.

Namun, terlepas dari itu, ada banyak keunikan dari ajaran Tantra. Salah satunya adalah posisi wanita merupakan posisi teristimewa.

Bahkan ketika datang bulan sekali pun, wanita dapat memimpin upacara keagamaan.

Dalam ajaran tantra, wanita memegang peranan sangat penting.

Di sana dijabarkan, Istadewata dalam Tantra adalah Shiva Shakti.

Shiva Shakti disimbulkan sebagai energi yang bersumber dari kundalini.

Wanita dikatakan sangat istimewa karena dalam tantra, laki - laki tidak akan dapat berfungsi jika tidak ada peran wanita.

Laki - laki diibaratkan sebagai Siwa lewat lingga-nya, sedangkan wanita diibaratkan sebagai Shakti dengan simbolisasi yoni.

Hal tersebut, yang dipaparkan Ahli Ilmu Tantrisme, Prof. Madhu Khanna dalam seminar di Aula Pascasarjana Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar, Kamis (8/3).

Ketika ditelisik lebih jauh, mengapa wanita diposisikan sangat penting dalam ajaran tantra, Madhu menjelaskan bahwa energi feminisme yang dimiliki seorang wanita, sangat kuat dibandingkan energi dari laki – laki. 

“Wanita dikatakan memiliki jiwa yang jauh lebih kuat dibandingkan laki – laki. Namun, jiwa yang kuat itu ada dalam tubuh yang lemah. Dalam tantra yang dilihat adalah sumber energinya secara spiritual, bukan secara fisik.  Wanita dianggap lebih memiliki potensi dalam mempelajari dunia spiritual, sehingga energi yang tercipta menjadi jauh lebih kuat dibandingkan laki - laki,” paparnya.

Madhu menjelaskan dalam ajaran Tantra yang dilihat adalah energi, bukan keadaan fisik seseorang.

Artinya apa pun keadaannya, tetap dianggap suci. Bahkan, menurutnya wanita yang sedang datang bulan pun tetap dianggap suci. 

“Dalam Tantra, wanita yang sedang datang bulan dianggap tetap suci, karena datang bulan merupakan siklus alami yang harus dialami. Jadi tidak ada hubungannya dengan energi spiritual seseorang. Bahkan dalam tantra, wanita yang sedang datang bulan justru memiliki energi yang besar, karena cakra kundalini menjadi mudah aktif,” paparnya.

Ia juga menerangkan pemimpin upacara keagamaan dalam Tantra biasanya dilakukan oleh mereka yang memiliki energy terkuat.

Maka dari itu, tak jarang justru wanita yang sedang datang bulan dipilih untuk melaksanakan upacara tersebut.

“Kalau di Bali dan India, hal itu masih terdengar tabu bukan? Masak orang yang sedang cuntaka disuruh memimpin upacara? Aturannya, malah mereka tidak boleh menginjakan kaki di tempat suci. Tapi itulah uniknya Tantra. Tantra itu tidak melihat keadaan fisik. Yang dilihat adalah energi spiritualnya. Jika energinya besar bukan tidak mungkin dia diperbolehkan bahkan ditunjuk untuk memimpin ritual upacara,” tandasnya.  

Tantra sendiri merupakah sebuah cabang aliran kepercayaan dalam agama Hindu. Tantra mengajarkan tentang pengendalian energi kundalini, yang ada pada tiap diri manusia.

Dalam ajaran tersebut, Istadewata yang dipuja adalah Shiva - Shakti.

Prof. Madhu Khanna menjelaskan, tantra memiliki banyak cabang keilmuan, seperti ilmu kimia, palmistry, cosmologi, yoga, cakra serta mantra.

Menurutnya mantra adalah bagian terpenting dari Tantra. “Mantra adalah give (hadiah) energi bagi dunia.

Melalui mantra, sket – sket dan bentuk geometral yang dihubungkan dengan mantra,” paparnya.

Di sisi lain ia juga menerangkan, kekuatan potensial dalam Tantra biasanya dimiliki oleh seorang wanita.

Mengapa?

Karena energi kundalini yang dimilikinya jauh lebih dahsyat dibanding laki - laki.

“Jadi, sesungguhnya wanita memiliki jiwa yang kuat namun berada dalam tubuh yang lemah. Maka jangan heran ketika melihat seorang wanita jauh lebih bisa struggle ketika mengalami masalah di bandingkan laki - laki,” papar profesor asal India ini.

Dalam kitab Tantra dijelaskan, energi kundalini merupakan kekuatan besar yang sangat rahasia dan berada dalam tubuh setiap orang.

“Setiap orang memiliki energi ini. Namun tak banyak orang yang menyadari dan mau belajar untuk mengaktifkan. Energi ini disebut juga energi ular. Mengapa disebut demikian? Karena bentuk dasar energy yang tidak aktif ini melingkar pada dasar tulang belakang manusia. Namanya cakra Muladhara,” ungkapnya.

Ketika ditanya bagaimana cara menyadari dan mengaktifkan energi tersebut, wanita asal India, ini menjabarkan, ada beberapa cara agar kita dapat mengaktifkannya.

Yaitu mengembangkan tingkat spiritualnya seperti rajin sembahyang, meditasi, melatih pranayama (pernafasan) , yoga, dan memiliki guru spiritual Tantra.

Lantas seperti apa cara kerja energi tersebut? Doktor Purnawati menjelaskan energi yang telah diaktifkan akan mulai bergerak dari titik terendah yaitu di bagian tulang belakang yang disebut Muladhara Chakra, energy tersebut perlahan akan naik melalui saraf Shusumna terus naik dalam garis lurus menuju ubun – ubun kepala.

“Nah kalau di Bali aliran energi itu biasa disebut dengan cakra. Sebenarnya ajaran Tantra sudah diterapkan secara otomatis oleh masyarakat di Bali. Namun tidak ada yang tahu secara pasti, ajaran Tantra. Hanya melakukan sesuai tradisi,” ungkap Doktor pascasarjana IHDN ini.  

Ia juga menjelaskan, dalam ajaran Trantra, ternyata kekuatan terbesar wanita ada pada saat datang bulan.

“Di ajaran Tantrisme, saat kekuatan tertinggi seorang wanita ada pada saat datang bulan. Padahal di Bali, datang bulan itu kan saat terkotor ibaratnya leteh. Jadi tidak boleh memimpin upacara keagamaan. Masuk tempat suci saja, tidak boleh apalagi memimpin agama,” paparnya.

Di Bali sendiri, Tantra sebenarnya sudah ada sejak dahulu. Namun, hanya orang tertentu yang mengetahui agama Tantra tersebut.

Ketika ditanya apakah ajaran Tantra merupakan ajaran dasar dari ilmu hitam?

Madhu Khanna, mengungkapkan memang benar energi ini sangat besar. Maka dapat digunakan dalam berbagai hal.

Di India, ilmu tersebut sudah lazim digunakan. Ada mantra – mantra khusus yang digunakan, seperti untuk pengasih asih, menjadi kaya, dan lain sebagainya.

“Untuk dapat menggunakan energi kundalini secara maksimal, kita harus menemukan seorang guru yang sesuai. Jadi tidak sembarangan guru bisa mengajari kita. Karena ilmu yang diajarakan harus sesuai dengan energi kita. Jadi tidak sembarangan,” tandasnya. (diah tritintya)

 

Editor : I Putu Suyatra
#haid #bali #ilmu hitam #hindu #Tantra