Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Banyak Balian yang Nunas Kewisesan di Pura Goa Batu Pageh

I Putu Suyatra • Minggu, 25 Maret 2018 | 16:39 WIB
Banyak Balian yang Nunas Kewisesan di Pura Goa Batu Pageh
Banyak Balian yang Nunas Kewisesan di Pura Goa Batu Pageh

BALI EXPRESS, PECATU - Sejarah Pura Taman Goa Batu Pageh dan Pura  Dalem Goa Batu Pageh, Kutuh, Pecatu, Badung tak lepas dari perjalanan Dhang Hyang Nirarta.  Pura Taman Sari Batu Pageh  dahulu dikatakan sebagai tempat pasraman bagi Dhang Hyang Nirarta. Sedangkan Pura Dalem Goa Batu Pageh sebagai tempat persemedian dan tapa bratanya Dhang Hyang Nirarta.


“Bukti nyatanya yaitu adanya beberapa pratima dan sebuah batu besar yang ada di dalam goa. Itu sebagai tempat pertapaan Dhang Hyang Nirartha dulu,” kata Mangku Pura Taman Sari Goa Batu Pageh, Jero Mangku Wayan Karbin.



Ia menerangkan, sesungguhnya kedua pura ini merupakan pura Khayangan Jagat, seperti halnya Pura Goa Lawah dan pura besar lainnya. Hanya saja, karena dulu  tidak didaftarkan sebagai pura Khayangan Jagat, jadi saat ini  pura Taman dan Pura Dalem Batu Pageh hanya diempon oleh satu keluarga besar dan masyarakat sekitar. "Sangat disayangkan, pemerintah tidak mengakui, keberadaan pura ini sebagai Pura Khayangan Jagat," ujarnya.



Tak hanya mitos dan keanehan Pura Taman Sari Goa Batu Pageh, namun Pura Dalem Goa Batu Pageh juga terbilang sangat menarik dan misterius. Untuk tiba di Pura Dalem Goa Batu Pageh,  pamedek dapat melalui pintu belakang Pura Taman Sari. Dari kawasan ini, akan terlihat deburan ombak samudra Hindia  menabrak dinding – dinding tebing yang curam. Puluhan anak tangga terlihat berjejer rapi di tepian tebing. Memang hanya jalan setapak, namun sudah dibuat dengan sangat rapi, agar aman dilewati pamedek. 



Perjalanan menuruni anak tangga yang curam memang dirasa agak sulit , belum lagi kita harus berhati - hati dengan monyet yang berkeliaran mencari makan di kawasan itu. Selang tiga meter kita berjalan melewati anak tangga, akan terlihat dua buah palinggih di sisi  kiri. Di palinggih ini, kita diwajibkan menghaturkan canang atau sekadar rarapan sebagai  tanda kita memohon izin berkunjung. Jika terus berjalan mengikuti anak tangga, kita akan melihat tebing curam yang menjulang ke atas. Di sana terlihat sebuah goa yang  ramai dipenuhi para pamedek. Maklum saja, ketika Bali Express (Jawa Pos Group ) berkunjung, bertepatan dengan Hari Raya Pagerwesi.  



Di dinding atas goa, terlihat banyak kelelawar yang menjuntai dan bergerombol di sejumlah sudut. Jadi, jangan heran jika mendapati kotoran kelelawar berserakan di sisi kanan dan kiri tangga  menuju goa. "Pura Dalem Goa Batu Pageh merupakan salah satu pura yang juga nyungsung Ida Ratu Gede Mas Macaling Dalem Nusa. Di pura ini, Ida Ratu Gede Mas Macaling distanakan sebagai patih dari Ida Bhatara Begawan Panglingsir," papar Jero Mangku Pura Dalem Goa Batu Pageh, Jero Mangku Wayan Budiasa.


Ditemukannya tiga arca sebagai pratima inti di Pura Dalem Goa Batu Pageh, menjelaskan asal usul pura tersebut. Adapun pretima yang masih disimpan adalah  pretima Panglingsir yang berbentuk kotak dengan ukiran khusus, pretima Pemayun Kembar yang berbentuk patung macan kembar sepasang, dan pretima Ratu Gede yang  berbentuk tapel kotak yang menyerupai topeng.


Selain tiga buah pretima itu, ada juga pretima yang berbentuk ikan bersayap dan singa. “Dua pretima itu berkaitan dengan legenda yang ada di masyarakat tentang pura ini. Dikisahkan Ida Ratu Gede Mas Macaling yang berstana di Pura Dalem Peed Nusa Penida, ingin melancaran ke Pulau Bali. Karena dihalangi lautan, akhirnya beliau dibantu oleh seekor ikan kembung yang memiliki sayap. Saya tidak tau pasti jenis ikan apa itu, tapi yang jelas sampai saat ini pretimanya masih ada di sini,” papar Budiasa.


Ia juga menjelaskan, banyak  pamedek yang datang  tak hanya datang untuk sekadar memohon keselamatan, namun lebih pada niat untuk nunas ilmu kewisesan.



“Banyak dari mereka yang datang ke sini membawa  keris dan banyak pusaka lainnya. Ya memang, yang malinggih di sini pemurah dan mudah memberikan petuah dan ilmu kewisesan. Makanya, banyak balian mupun masyarakat biasa yang datang nunas di sini,” pungkasnya. 

Editor : I Putu Suyatra
#tempat melukat