Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Begini Seks Nikmat Versi Ajaran Lontar Rahasya Sanggama

I Putu Suyatra • Sabtu, 21 April 2018 | 16:10 WIB
Begini Seks Nikmat Versi Ajaran Lontar Rahasya Sanggama
Begini Seks Nikmat Versi Ajaran Lontar Rahasya Sanggama

BALI EXPRESS, DENPASAR - Dalam agama Hindu, hubungan seksual disimbolkan sebagai sumber kehidupan berupa lingga dan yoni. Banyak lontar yang menguak misteri seks, salah satunya Lontar Rahasia Senggama. Bagaimana seks menjadi aktivitas yang sangat menyenangkan?


Secara etimologi, seks berasal dari bahasa latin sexus,  kemudian diturunkan menjadi bahasa Prancis, sexe. Istilah ini merupakan teks bahasa Inggris pertengahan yang bisa dilacak pada periode 1150-1500 M.


Dosen Filsafat IHDN Denpasar, IG Agung Jaya Suryawan S.Ag, M.Ag menjelaskan, sesungguhnya, sexe memiliki arti pemisah. Sexe digunakan untuk membedakan atau memisahkan bentuk kelamin laki – laki dan kelamin perempun, Kata seks lebih banyak mengacu pada alat kelamin (genetalia), gairah, libido seksual dan aktivitas seks. Seks dalam arti sempit berarti kelamin, sedang dalam arti yang luas sering disebut dengan seksualitas. Hal itu dimaksudkan tidak hanya menyangkut kelamin saja, tetapi semua aspek perbedaan antara laki-laki dan perempuan dari sisi fisik, biologis, psikis serta sosial yang berhubungan pada manusia.



"Dalam kitab Saramuscaya, Bhagawan Wararucci memandang seks sebagai hal yang negatif. Nafsu dikatakan sebagai landasan dari hubungan seksual, dan nafsu adalah bagian yang lekat dengan dosa. Namun, hal bertentangan justru muncul dalam kitab Kama Sutra. Dalam kitab Kamasutra,  Bhagawan Vatsyayana menggambarkan hubungan seksual adalah sebuah hubungan yang agung dan suci. Bahkan, gerakan gerakan seksual yang digambarkan setara dengan gerakan yoga," urainya.



Suryawan menjelaskan, dalam Lontar Rahasya Sanggama  terdapat tiga jenis gerakan seks atau senggama, yaitu Angguliprawesa (seks menggunakan jari), kemudian Purusaprawea (seks menggunakan alat kelamin ), dan Jihwaprawesa (seks menggunakan lidah). Lengkapnya dijelaskan dalam Lontar Rahasya Sanggama, yakni Nihan Rahasya sanggama, tiga lwirnya, angguli prawesa, purusaprawesa, jihwa prawesa, kramanya yan meh metwa kamanya ginelisen dening angguli ulingaken, kiwanen tengenaken wetwaken, pasukaken, pahalon pahagelis, yapwan meh metwa kaman strinya, lan akas purusanya,
yeka widagda ngaranya.



“Sebenarnya, banyak acuan yang membahas mengenai seks dalam ajaran agama Hindu, seperti kitab Kamasutra yang terkenal, lontar Rahasya Sanggama, dan Manawa Dharmasastra. Dalam Manawa Dharmasastra  disebutkan seks merupakan hubungan yang sakral dan suci, juga disampaikan aturan  dan pantangan dalam melakukan hubungan seksual. Aturan dan pantangannya, pasangan yang melakukan hubungan seksual sudah harus melakukan upacara makala – kala dalam prosesi pernikahan. Tidak diperkenankan melakukan hubungan seksual ketika istri sedang datang bulan.


Selanjutnya, tidak diperkenankan melakukan hubungan seksual dalam waktu waktu tertentu, seperti Kajeng kliwon, tilem dan rerahinan yang dianggap kurang baik. Hubungan seks jangan dilakukan ketika mabuk, sedih, marah, terlalu senang.Jangan lakukan hubungan seks waktu tengah hari (pukul 12 siang), fajar, menjelang malam (Sandyakala), piodalan , dan ketika ada upacara manusa yadnya.


“Dalam Lontar Rahasya Sanggama disebutkan, hubungan seks yang baik adalah hubungan yang mengikuti bentuk lingga yoni dan dilakukan dalam waktu – waktu yang baik. Jangan sampai kita melangkahi angkasa, yaitu melakukan seks pada waktu pergantian (sore ke malam), " terangnya.
Dikatakan Suryawan, waktu pergantian dianggap sebagai peralihan dari terang ke gelap dan sebaliknya Rwabhineda. "Kita menginginkan keturunan yang berlaku baik, maka pilihlah waktu yang baik untuk menghasilkan keturunan yang baik,” ujarnya.



Dalam lontar disebutkan, telas jihwa prawesaken, lumahkena ikang stri ring palangka, wahana manguntura. Kutipan itu menjelaskan bahwa seks yang baik dilakukan  sesuai gambar pahatan yang terdapat di dinding Kuil Khajuraho, yakni berbentuk 69. Suryawan juga menjelaskan, beberapa tips yang baik dalam melakukan seks adalah sebelum melakukan hubungan intim, disarankan mandi dan membersihkan badan terlebih dahulu, menghaturkan sembah sujud sebelum berhubungan seks, agar diberi keturunan yang suputra. Selain itu, pilihlah musik yang tenang dengan aroma terapi, sehingga laki – laki dan perempuan lebih rileks dan tenang. Diakuinya, banyak yang bertanya seks sehat itu seperti apa?



"Seks sehat dilakukan tiga kali dalam seminggu. Sedangkan seks yang bahagia itu, dilakukan tujuh kali seminggu. Tergantung kemampuan masing – masing pasangan,” ujarnya  sembari tertawa.

Editor : I Putu Suyatra