Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Jalani Baik Hari Ini, Hari Esok Tak Perlu Cemas

I Putu Suyatra • Minggu, 24 Juni 2018 | 17:30 WIB
Jalani Baik Hari Ini, Hari Esok Tak Perlu Cemas
Jalani Baik Hari Ini, Hari Esok Tak Perlu Cemas



BALI EXPRESS, DENPASAR - Setiap orang pernah mengalami kecemasan. Cemas akan pengalaman masa lalu yang buruk maupun membahagiakan. Bahkan, cemas akan kejadian  akan datang. Padahal, yang akan datang dipenuhi dengan misteri  tidak terduga.


Kecemasan bermain dalam pikiran, menimbulkan kekhawatiran dan kegelisahan diri. Dan, kecemasan berlebihan adalah pertanda kelemahan Jiwa.
Tak disangkal dosen Ilmu Yoga dan Kesehatan IHDN Denpasar dan IKIP PGRI Bali, I Ketut Sandika, S.Pd.,M.Pd, jalan Tantra tidak menolak kecemasan, terlebih menghilangkannya. Kecemasan akan masa lalu mesti disadari. Sadar bahwa itu masa lalu, dan itu tidak akan pernah kembali.


"Ketika ada luka jiwa di masa lalu, lepaskanlah, sebab itu adalah bagian dari perjalanan. Demikian pula kecemasan akan suatu masa yang akan datang, hendaknya disadari. Sadar bahwa semua itu misteri dan kita tidak ketahui akan menjadi dan seperti apa. Kecemasan akan suatu masa menimbulkan ketakutan diri. Cemas akan karir, jodoh, usia, dan yang lainnya," ujar Sandika kepada Bali Express (Jawa Pos Group) di Denpasar, pekan kemarin.



Menurutnya, pikiran selalu mendahului akan apa yang terjadi. "Penghakiman akan masa depan menjadi sisi gelap bagi jiwa. Tidakkah akan begini, tidakkah akan begitu, ah pasti ini terjadi, ah pasti terjadi begitu, aduh saya takut jika ini terjadi. Padahal, semua itu belum tentu seperti apa yang kita pikirkan," urainya.


Akibat terlarut dengan segala kecemasan masa lalu dan cemas yang akan datang, lanjutnya, seseorang  lupa bahwa  hidup hari ini, saat ini. "Inilah cara Tantra memeluk segala kecemasan itu dengan merasakan hidup hari ini dan saat ini. Tiada masa lalu, dan yang akan datang biarkan menjadi misteri," bebernya.


Kehidupan hari ini,  lanjut Sandika, mesti dirayakan setiap momen sebagai kehidupan yang bebas, hingga dapat berbagi cinta. "Pelukan cinta akan membuat kecemasan seperti melodi kehidupan yang mengiringi tarian hidup. Menarilah bersama diri dengan segala kondisinya. Luapkan segala yang ada dalam diri, masukilah diri lebih dalam dan jalani hari ini dengan baik, maka yang terjadi besok tidak patut dikhawatirkan," ujar Sandika.

Editor : I Putu Suyatra