BALI EXPRESS, SINGARAJA- Untuk kesekian kalinya Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Negeri Mpu Kuturan Singaraja, Bali berkunjung ke kantong umat Hindu di luar Pulau Bali. Kali ini kunjungan menyasar Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang dipimpin langsung Ketua STAHN, Prof. Drs. Drs. I Made Suweta, M,Si.
Kunjungan lembaga pendidikan Agama Hindu Negeri di Bali bagian utara tersebut mengemban tiga misi. Pertama, memberikan siraman rohani berupa dharma wacana. Kedua, melakukan sosialisasi keberadaan lembaga. Dan ketiga, menampilkan kesenian dari Sekaa Bondres STAH Negeri Mpu Kuturan.
Ketua STAHN, Prof Suweta mengatakan, kunjungan dilakukan 23-26 Juli 2018. Kegiatan tersebut menyasar ribuan umat Hindu yang selama ini memang sangat membutuhkan perhatian berupa siraman rohani dari para tokoh agama.
Pihaknya pun sangat mengapresiasi keberhasilan warga transmigrasi asal Pulau Dewata dalam mengembangkan perekonomian, utamanya bidang pertanian. Tanah yang dulunya hutan kemudian diubah menjadi lahan pertanian yang sangat produktif. Hamparan sawah yang luas memberikan dampak ekonomi signifikan.
"Hal tersebut patut mendapatkan apresiasi tinggi karena kegigihan warga asal Bali dalam mengembangkan sektor ekonomi," tutur Suweta, Kamis (26/7) siang.
Menurutnya, sebgaian besar warga transmigran asal Bali didominasi dari beberapa Kabupaten di Bali. Seperti Kabupaten Buleleng, Karangasem, Gianyar, Tabanan dan Klungkung utamanya wilayah Nusa Penida.
Sementara itu, dharma wacana dan penampilan bondres difokuskan di Wantilan Pura Dalem Lingga Buwana, Desa Sumber Jaya, Kecamatan Lelambuu, Kabupaten Konawe Selatan."Warga transmigran begitu antusias dengan dharma wacana yang disampaikan. Begitu juga saat penampilan bondres STAHN Mpu Kuturan. Semua sangat terkesan," papar dia.
Kunjungan rombongan STAHN ke berbagai wilayah di Nusantara merupakan salah satu program sosialisasi lembaga. Apalagi STAHN merupakan salah satu perguruan tinggi agama Hindu negeri yang baru berdiri.
Bukan itu saja, sosialisasi juga bertujuan menjaring calon mahasiswa baru asal daerah transmigrasi yang ingin menempuh pendidikan di kampus yang terlokasi di Kota Singaraja itu.
"Terpenting pula selain menyosialiasikan lembaga, kami juga dapat memberikan pergaulan melalui siraman rohani kepada umat Hindu di luar Bali. Fokus kita saat ini adalah bagaimana pembinaan umat harus lebih banyak menyasar ke luar," tutup Suweta.
Editor : I Putu Suyatra