BALI EXPRESS, BANGLI - Tekad bulat untuk memasuki Masa Grehasta ditambah rasa cinta yang begitu besar membuat Sulinggih Termuda di Bangli ini, akhirnya mantap melepaskan gelar kesulinggihannya, Jumat (17/8). Melalui prosesi Lukar Gelungan, Ida Pandita Mpu Budha Maharesi Alit Parama Daksa kini resmi menjadi walaka (orang biasa).
Prosesi yang digelar di Griya Agung Buddha Salahin, Susut Bangli tersebut, dipimpin langsung oleh Nabenya, Ida Pandita Mpu Nabe Acharya Prami dari Griya Agung Padang Tegal Ubud. Prosesi yang dimulai sejak pukul 20.00 malam itu, hanya disaksikan sanak keluarga dan tetangga terdekat.
Dari pantauan Bali Express (Jawa Pos Group), Ida Pandita Mpu Budha Maharesi Alit Parama Daksa didampingi kedua orang tua dan kekasihnya Torin Logan Temple Kline terlihat duduk bersama mendengarkan keputusan Nabe beserta Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bangli mengenai keinginannya melepas Gelar Kesulinggihan.
Malam itu Ida Pandita Mpu Nabe Acharya Prami dari Griya Agung Padang Tegal Ubud bertanya berkali-kali akan kesungguhan Ida Pandita Mpu Budha Maharesi Alit Parama Daksa melepas kesuciannya sebagai seorang Sulinggih. Dengan didukung keluarga dan kekasihnya, Ida Pandita Mpu Budha Maharesi Alit Parama Daksa akhirnya mengaku ikhlas dan mantab melepas gelar Sulinggihnya dan melangkah menuju jenjang pernikahan. Dengan berat hati akhirnya sang nabe pun mengikhlaskan murid kesayangannya itu. Keputusan tersebut pun akhirnya didukung PHDI sebagai lembaga Hindu tertinggi di Bali.
Editor : I Putu Suyatra