BALI EXPRESS, DENPASAR - Ketika umat Hindu memohon Tirta harus diperciki, diminum, kemudian diraupkan ke wajah hingga ke kepala. Apa makna semua itu?
Nunas atau memohon Tirta biasanya dilakukan seusai menghaturkan sembah bakti. Hal itu telah diajarkan serta biasa dilakukan dalam kehidupan sehari – hari. Dijelaskan Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali, Prof. I Gusti Ngurah Sudiana, nunas Tirta bertujuan membersihkan dan menyucikan pikiran dan hati setiap umat. “Kebersihan dan kesucian pikiran dan hati merupakan pondasi ketenangan, kedamaian, dan kebahagiaan lahir dan bathin,” ujarnya.
Tirta biasanya dipercikkan sebanyak tiga kali di kepala, tiga kali diminum, dan tiga kali diraupkan ke wajah. “Yang berhak memercikkan biasanya orang yang paling suci, misalnya pemangku atau dasaran. Jika prosesi ini dilakukan di rumah harusnya dilakukan oleh orang yang paling dituakan, misalnya kepala keluarga,” papar Sudiana kepada Bali Express ( Jawa Pos Group) pekan kemarin.
Ia melanjutkan, dalam Manusmrti 2.60 dijelaskan, dengan meneguk air tiga kali, ketiga Veda, yaitu Reg Veda, Yajur, dan Sama Veda, akan terpuaskan dan memberikan apapun yang diinginkan. “Itu hanya sebagai bentuk filosofi, artinya dengan meneguk Tirta sebanyak tiga kali kita diberkahi sesuai yang ada dalam kitab Reg Veda, Yajur Veda, dan Sama Veda,” ujarnya.
Ditambahkannya, ada beberapa mantra yang dapat digunakan masyarakat sebagai tuntunan ketika nunas Tirta. “Selama ini kita kan hanya nunas biasa saja, tapi sebenarnya ada mantranya ketika dipercikkan, ketika diminum tigakali, dan diraup,” ujarnya.
Lanjut Sudiana, beberapa mantranya adalah;
Mantram saat diperciki atau maketis di kepala tiga kali
Om Buddha Mahapawitra Ya Namah.
Om Dharma Mahatirtha Ya Namah.
Om Sanghyang Mahatoya Ya Namah.
Mantra ketika minum tiga kali
Om Brahma Pawaka Ya Namah.
Om Wisnu Amrtha Ya Namah.
Om Iswara Jnana Ya Namah.
Mantra ketika meraup tiga kali
Om Siwa Sampurna Ya Namah
Om Sadasiwa Paripurna Ya Namah
Om Paramasiwa Suksma Ya Namah.
Editor : I Putu Suyatra