Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ada 108 Jenis Bhuta di Zaman Kali yang Dipercaya Umat Hindu di Bali, Khawatir dengan Penyimpangan Pakem

I Putu Suyatra • Sabtu, 2 Maret 2019 | 15:16 WIB
Ada 108 Jenis Bhuta di Zaman Kali, Khawatir dengan Penyimpangan Pakem
Ada 108 Jenis Bhuta di Zaman Kali, Khawatir dengan Penyimpangan Pakem

BALI EXPRESS, DENPASAR - Era kini, sekaa teruna cenderung menjadikan Ogoh-ogoh sebagai ruang kreativitas semata. Meski tidak semua, akademisi Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar I Kadek Satria mengaku khawatir.

Pasalnya, kesempatan untuk membuat ogoh-ogoh diikuti penyimpangan polah, juga pakem.

Kadek Satria menjelaskan, ada buku khusus yang menjabarkan terkait ketentuan pembuatan ogoh-ogoh berdasarkan wujud.

Di sana dimuat tentang 108 jenis bhuta di zaman kali. Ogoh-ogoh digambarkan berbentuk kala hingga raksasa.

"Bentuknya  seram, karena itu adalah manifestasi kehancuran," imbuhnya.

Oleh karena itu, Ogoh-ogoh tak boleh dibuat sembarangan.

"Kreativitas harus bergerak berdasarkan ketentuan, ada acuan dalam membuat ogoh-ogoh. Tidak boleh membuat Ogoh-ogoh sembarangan, termasuk penggunaan sound system, gabus, dan plastik," imbaunya.

Ogoh-ogoh, kata dia, mesti dikembalikan ke jati dirinya sebagai sarana upakara untuk proses somia bhuta.

"Ogoh-ogoh merupakan representasi dari kekuatan bhuta. Kemudian dalam filsafat, ogoh-ogoh berwujud bhuta, menyeramkan, dan besar.

Bagaimana dengan Ogoh-ogoh yang menyertakan wujud dewa? Satria menegaskan, selama konsep yang dipakai terkait dengan unsur nyomia, maka hal itu dibenarkan.

"Sekarang untuk mengendalikan pembatasan tema Ogoh-ogoh ini, bendesa di masing-masing desa harus berperan. Maka, tak ada lagi Ogoh-ogoh yang melenceng dari pakem. Harus kembali ke jati diri sebagai sarana upakara," pungkasnya.

 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #ogoh-ogoh #hindu