Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tempat Melukat Agar Awet Muda hingga Atasi Bebai

I Putu Suyatra • Kamis, 4 April 2019 | 15:32 WIB
Tempat Melukat Agar Awet Muda hingga Atasi Bebai
Tempat Melukat Agar Awet Muda hingga Atasi Bebai


BALI EXPRESS, BANGLI - Penyakit yang disebabkan nonmedis alias niskala, mulai dari cetik hingga bebai, tak asing lagi bagi orang Bali (Hindu). Mereka yang mengalami akan memilih jalur pengobatan spiritual atau nonmedis dengan mencari tempat yang diyakini bertuah menyembuhkan penyakit yang sulit diterima akal sehat itu.


 


Salah satu tempat malukat (membersihkan diri) dan bertuah di Bali yang diyakini dapat  menyembuhkan penyakit nonmedis ada di Pancuran Pangelukatan Dasamala lan Widyadari di Pura Taman Sari, Banjar Sama Griya, Desa Jehem, Tembuku, Bangli. Bernama demikian karena di pura yang dahulunya  hutan belantara itu telah dibuatkan 12 pancuran, yakni 10 pancuran berbentuk patung dewi, berfungsi untuk membersihkan diri maupun menyucikan pikiran, dan dua pancuran lagi untuk pengobatan medis maupun nonmedis.



Pancuran Tirta Ratu Niang Sakti dan Pancuran Naga Basuki adalah dua pancuran yang dipercaya mampu menyembuhkan sakit akibat bebai atau santet.



Menurut pemangku Pura Taman Sari, Jro Mangku Ida Bagus Mangku Suabawa, penekun ilmu hitam yang menyakiti akan merasa kepanasan. Efeknya akan muncul setelah orang yang berobat meminum tirta dari dua pancuran ini. Seperti mengalami kesurupan, kejang-kejang, sampai berteriak histeris.



Jro Mangku Ida Bagus Mangku Suabawa menambahkan, mereka yang sakit akibat kena santet maupun guna-guna langsung bisa sembuh di tempat. Air suci ini mesti diminum di tahap akhir setelah pasien membasuh diri di 10 Pancuran Widyadari atau Tirta Dewi-dewi. Setelah tiba saatnya meminum air dari Pancuran Ratu Niang Sakti, biasanya pasien akan menunjukkan gelagat aneh, seperti merasa sedih atau ketakutan. "Pamedek yang sakit langsung muntah-muntah. Penanganannya bisa satu jam, tergantung tingkat kesaktian orang yang menyakiti atau sebentar kalau cetik-nya kualitas rendah," tutur Jro Mangku



Ida Bagus Mangku Suabawa kepada Bali Express (Jawa Pos Group), kemarin di Bangli. Ada dua pilihan cara malukat menurut pemangku. Pertama, pamedek bisa sembahyang dulu di Pura Taman Sari, kemudian membasuh diri di pancuran. Kedua, bisa dengan malukat dulu di pancuran, baru sembahyang di pura juga bisa.


"Yang jelas rentetannya dimulai dari pancuran yang paling barat berjalan satu-satu sampai ke pancuran paling timur," imbuhnya.



Pamedek yang datang dengan tujuan berobat akan didampingi pemangku. Mereka cukup membawa dua pajati (sarana upacara) untuk dihaturkan di utama mandala pura dan palinggih (bangunan suci) Ratu Dewi Gangga di area pancuran. Dijelaskan mangku, bagi yang sekadar dharma wisata atau malukat biasa, mereka bisa melakukannya sendiri. Seperti biasa, pamedek tidak diperkenankan mengenakan kaus saat sedang membasuh diri. Baik pria maupun wanita wajib mengenakan kain atau kamben. Khusus bagi wanita, kamben dikenakan hingga menutupi dada. "Hari-hari baik untuk berkunjung tentu di rerahinan (hari suci) tilem, purnama, dan kajeng kliwon, atau Galungan-Kuningan," ucap Mangku Suabawa.



Selain dua pancuran berkhasiat, terdapat 10 pancuran yang dinamai Pancuran Widyadari. Masing-masing bernama Pancuran Pangeleburan Mala sebanyak lima pancuran, satu Pancuran Pangeleburan Bala, satu Pancuran Tirta Awet Muda, satu Pancuran Kesuksesan, satu Pancuran Taksu, dan satu Tirta Spiritual bagi penekun ilmu spiritual.



Yang menarik, bagi krama atau umat yang hendak meminta restu untuk melanjutkan usaha, membangun usaha baru, atau meminta kesuksesan dalam berkarier, mereka bisa membasuh diri secara khusus di pancuran kesuksesan. "Kami pakai nama kesuksesan supaya memudahkan penyebutan saja. Tapi, nama tirta sebenarnya tidak kami sebut," ucap Pangemong Pura Taman Sari, Jro Mangku Nengah Kadi.



Jro Mangku Nengah Kadi menambahkan, bagi umat yang meminta supaya panjang umur, bisa malukat di Pancuran Tirta Awet Muda. Sedangkan bagi yang sedang menjabat atau ingin naik jabatan, bisa malukat di Pancuran Taksu. Bagi penekun ilmu spiritual bisa malukat di Pancuran Spiritual.



Ditegaskannya, untuk bisa membasuh diri secara khusus di pancuran khusus, mereka wajib menyelesaikan rentetan dengan benar. Pamedek dapat memulai malukat dari lima Pancuran Pangeleburan Mala yang terletak paling barat. "Air diminum tiga kali dan membasuh seperti biasa. Setelah itu, lanjutkan ke tirta lain sesuai urutan," kata Mangku Kadi.



Pujawali di pura ini jatuh pada Anggara Kasih Wuku Prangbakat. Pamedek yang ingin nangkil atau dharma wisata tidak begitu sulit menemukan pura ini karena jaraknya sekitar 200 meter dari pemukiman warga di Banjar Sama Griya, Desa Jehem. Lokasinya masih bisa dijamah karena akses menuju pura sudah diaspal. Begitu sampai, pamedek akan disambut suasana asri  pepohonan besar yang masih terjaga di lembah Taman Sari. Jika dari Denpasar melalui Kota Bangli, bisa menempuh jalur Tembuku menuju Besakih, Karangasem. Dari Kota Bangli menuju lokasi berjarak sekitar lima kilometer. (bersambung)

Editor : I Putu Suyatra
#tempat melukat #bali #bangli #hindu